Klaim Nama AstraZeneca Berarti “Jalan Menuju Kematian” Dinilai Keliru

Klaim Nama AstraZeneca Berarti “Jalan Menuju Kematian” Dinilai Keliru

Klaim yang menyebut nama AstraZeneca berarti “jalan menuju kematian” kembali beredar di media sosial. Unggahan serupa muncul di X, YouTube, Facebook, dan Instagram pada 11 Februari 2026. Konten tersebut menampilkan seorang perempuan yang menerjemahkan kata “AstraZeneca” dari bahasa Latin ke bahasa Indonesia menggunakan Google Translate, dengan hasil terjemahan “jalan menuju kematian”.

Hingga 13 Februari 2026, unggahan di X terkait klaim itu tercatat telah dibaca 531.400 pengguna, disukai 4.000 warganet, dan dibagikan ulang 309 kali. AstraZeneca sendiri dikenal sebagai perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional yang berkantor pusat di Cambridge, Inggris. Pada 2021, perusahaan ini meluncurkan vaksin Covid-19 bersama Universitas Oxford yang kemudian dikenal sebagai Vaksin Covid-19 Oxford–AstraZeneca (AZD1222).

Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim terjemahan tersebut tidak didukung oleh rujukan bahasa Latin yang kredibel. Verifikasi dilakukan dengan menguji penerjemahan mesin serta membandingkannya dengan kamus bahasa Latin. Dalam video, kata “AstraZeneca” dipisahkan menjadi “a stra ze neca” sebelum diterjemahkan. Google Translate memang mengeluarkan hasil “jalan menuju kematian” untuk rangkaian kata itu, tetapi rangkaian tersebut tidak ditemukan sebagai frasa Latin yang dikenal.

Penelusuran pada kamus Latin seperti Latin Dictionary dan Latdict menunjukkan bahwa “a stra ze neca” tidak tercatat sebagai kosakata atau frasa bahasa Latin. Kamus-kamus tersebut juga tidak mengenal frasa “a stra” maupun “ze neca”.

Sejumlah pakar bahasa Latin, sebagaimana dikutip dari organisasi pemeriksa fakta Snopes, menyatakan terjemahan Google Translate tersebut keliru. Profesor studi klasik di Barnard College, Amerika Serikat, Kristina Milnor, menjelaskan bahwa “astra” memang memiliki akar dari bahasa Latin dan berkaitan dengan frasa seperti “ad astra” yang berarti “ke bintang-bintang”. Namun, pemisahan huruf “a” dan “stra” tidak memiliki makna dalam bahasa Latin. Sementara itu, “ze neca” atau “zeneca” disebut tidak berakar dari bahasa Latin.

Peneliti aksara Latin dari New York University, Mikael Papadimitriou, juga menyatakan “astra” merupakan bentuk jamak dari kata Latin “astrum” yang berarti “bintang”. Pencocokan pada kamus Latin daring mendukung keterangan tersebut: “astra” tercatat sebagai bentuk jamak dari “astrum”, dan “astrum” disebut terdapat dalam Oxford Latin Dictionary edisi 1982 dengan salah satu arti “bintang”.

Selain aspek kebahasaan, asal-usul nama perusahaan juga telah dijelaskan oleh AstraZeneca melalui utas di X. Nama AstraZeneca lahir pada 1999 setelah penggabungan perusahaan farmasi Swedia Astra AB dan Zeneca Group plc asal Inggris. Astra AB menyebut kata “Astra” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “bintang”. Adapun “Zeneca” disebut merupakan nama yang dirancang oleh sebuah agensi penjenamaan atas permintaan perusahaan, dengan kriteria harus berawal dengan huruf pertama alfabet dan berakhir dengan huruf terakhir alfabet, maksimal tiga suku kata, serta tidak menyinggung dalam bahasa apa pun.

Narasi serupa diketahui pernah muncul sejak 2021, saat pandemi Covid-19 berlangsung. Kala itu, beredar klaim keliru lain yang menyebut AstraZeneca berasal dari bahasa Hindi serta Polandia dan Latin dengan makna “senjata untuk membunuh”.

Kasus ini juga menyoroti keterbatasan penerjemahan mesin. Sejumlah riset menunjukkan akurasi Google Translate bergantung pada pasangan bahasa dan jenis teks. Studi UCLA Medical Center pada 2021 menemukan Google Translate mampu menjaga makna dalam 82,5 persen kasus, meski akurasinya bervariasi antara 55 hingga 94 persen tergantung bahasa yang digunakan. Sejumlah kajian lain juga mencatat mesin penerjemah sering kesulitan mengenali ungkapan, nama tempat, serta istilah hukum dan teknis, dan kesalahan terjemahan dalam konteks layanan kesehatan dapat berisiko serius. Google pun menyarankan agar hasil terjemahan mesin tidak dijadikan pengganti penerjemah manusia.

Berdasarkan penelusuran tersebut, klaim bahwa makna nama AstraZeneca adalah “jalan menuju kematian” dinyatakan keliru.