Sebuah narasi di media sosial mengklaim Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar merasa kecewa karena masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana umat senilai Rp 1.000 triliun. Unggahan tersebut juga menambahkan kutipan bernada kontroversial yang dinarasikan berasal dari Menag, yakni bahwa tidak percaya kepada ahli agama sama dengan tidak percaya pahala dan akhirat.
Berdasarkan penelusuran, klaim tersebut dinyatakan tidak benar atau hoaks. Narasi itu beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook, salah satunya dipublikasikan pada 16 April 2026 dengan mencantumkan kutipan yang dikaitkan dengan Menag.
Isu ini muncul setelah Nasaruddin Umar menyampaikan rencana pembentukan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU). Dalam pernyataannya saat penutupan GERAK Syariah 2026 di Jakarta pada 2 April 2026, ia menjelaskan bahwa LPDU dirancang untuk menghimpun dan mengelola dana umat yang selama ini tersebar di berbagai lembaga.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin menyebut potensi akumulasi dana umat yang tidak produktif dapat mencapai sekitar Rp 1.200 triliun per tahun. Namun, tidak ditemukan pernyataan Nasaruddin yang menyatakan kekecewaan kepada masyarakat karena tidak mendukung pengumpulan dana tersebut.
Selain itu, tidak ditemukan jejak pernyataan Menag yang menyamakan ketidakpercayaan kepada ahli agama dengan ketidakpercayaan terhadap pahala dan akhirat, sebagaimana yang beredar dalam unggahan.
Kementerian Agama juga membantah narasi tersebut melalui akun Instagram resminya pada 13 April 2026. Dalam unggahannya, Kemenag menyatakan tidak pernah mengeluarkan pernyataan atau kebijakan seperti yang diklaim dalam narasi di media sosial.
Dengan demikian, klaim bahwa Menag kecewa karena masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana umat Rp 1.000 triliun, termasuk kutipan kontroversial yang menyertainya, dinyatakan sebagai hoaks. Sementara itu, yang benar adalah Menag sempat mengumumkan rencana pembentukan LPDU dengan proyeksi potensi penghimpunan dana umat hingga sekitar Rp 1.200 triliun per tahun.

