Klaim ‘Epstein Files’ Ungkap Joe Biden Dieksekusi pada 2019 Disebut Keliru

Klaim ‘Epstein Files’ Ungkap Joe Biden Dieksekusi pada 2019 Disebut Keliru

Sebuah unggahan akun Instagram pada 16 Februari 2026 menyebarkan klaim bahwa sosok asli Joe Biden telah dieksekusi oleh regu tembak pada 2019 dan kemudian digantikan oleh figur hasil rekayasa yang disebut sebagai klon bertopeng. Unggahan itu mengaitkan narasi tersebut dengan “Epstein Files” yang diklaim dibuka otoritas Amerika Serikat pada akhir Desember, serta menampilkan sejumlah foto Biden dari berbagai sudut yang disebut memperlihatkan kejanggalan, terutama pada bagian telinga.

Hasil pemeriksaan fakta menyatakan klaim tersebut tidak benar. Penelusuran terhadap “Epstein Files” yang dipublikasikan di situs resmi Department of Justice (DoJ) Amerika Serikat tidak menemukan keterangan bahwa Biden dieksekusi pada 2019. Dari sekitar 300 arsip yang menyebut nama Joe Biden, tidak ada satu pun yang memuat informasi mengenai eksekusi tersebut.

Dokumen “Epstein Files” sendiri merangkum aktivitas kriminal Jeffrey Epstein, miliuner terpidana kasus kejahatan seksual anak dan perdagangan manusia yang meninggal di penjara New York pada 10 Agustus 2019. Otoritas merilis lebih dari 3,5 juta halaman dokumen itu ke publik pada 19 Desember lalu. Arsip tersebut mencakup catatan penerbangan, buku telepon, hasil forensik digital atas ratusan ribu foto dan video, catatan Federal Bureau of Investigation (FBI), serta transkrip juri di pengadilan.

Selain menelusuri arsip, pemeriksaan juga membandingkan visual Biden yang disebut janggal dengan foto dan video yang diunggah sejumlah media kredibel seperti VOA Indonesia, Reuters, Tempo, dan Denver7. Dari perbandingan tersebut, tidak terlihat kejanggalan pada telinga Biden seperti yang dituduhkan dalam foto yang beredar.

Foto yang dijadikan dasar klaim juga diperiksa menggunakan alat deteksi gambar berbasis akal imitasi, Was It AI, yang menyimpulkan gambar tersebut melibatkan teknologi AI. Alat deteksi lain, Zhuque, menyatakan kemungkinan 12,26 persen foto memuat elemen AI.

Penelusuran lebih lanjut menunjukkan narasi kematian Biden telah beredar sebelumnya. Klaim serupa pernah muncul dalam artikel situs The People Voice pada 6 September 2023 dan telah dinyatakan palsu oleh dua organisasi pemeriksa fakta di Amerika Serikat, yakni USA Today dan Politifact. Narasi itu kembali diedarkan oleh akun anonim di Truth Social pada 2025, lalu menjadi viral setelah diunggah ulang oleh Presiden Donald Trump di platform yang sama pada pertengahan 2025, sebagaimana diberitakan CNBC News dan NBC Philadelphia.

Tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa Biden dieksekusi pada 2019. Setelah masa jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat berakhir, Biden juga masih terlihat beraktivitas. Dalam unggahan terbaru di media sosial X dan Instagram, ia mengecam penembakan fatal terhadap perawat ICU berusia 37 tahun, Alex Pretti, oleh agen federal di Minneapolis, dan menyebut tindakan itu mengkhianati nilai-nilai dasar sebagai warga Amerika. Pada momen Natal 2025, Biden juga terlihat merayakan Natal bersama keluarga serta membagikan foto dan ucapan Natal.

Dengan demikian, klaim yang menyebut “Epstein Files” mengungkap Joe Biden meninggal pada 2019 dan digantikan sosok lain dinyatakan keliru.