Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat memulai rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2026 dengan meluncurkan sistem E-Monev. Peluncuran berlangsung di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Kamis (4/6/2026).
Ketua KI Sumatera Barat Idham Fadhil mengatakan Monev Keterbukaan Informasi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021.
Menurut Idham, peluncuran E-Monev menjadi titik awal penilaian transparansi terhadap 461 badan publik dari 12 kategori. Sasaran penilaian mencakup instansi pemerintah, sekolah, hingga lembaga vertikal seperti kepolisian dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Ia menyebut pada tahun sebelumnya terdapat 429 peserta, dengan 101 badan publik meraih predikat informatif. “Kami berharap jumlah tersebut meningkat signifikan pada tahun ini,” ujar Idham.
Idham menambahkan, predikat informatif dapat diraih apabila badan publik berkomitmen mengikuti seluruh tahapan penilaian. Ia menjelaskan pengisian kuesioner secara lengkap menyumbang 70 poin dalam penilaian. KI Sumbar juga menyiapkan masa sanggah sebagai bagian dari transparansi, sehingga peserta dapat memperbaiki jawaban atau mengajukan keberatan atas hasil verifikasi awal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi menargetkan setidaknya 26 dari 52 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar dapat meraih predikat informatif. Tahun sebelumnya, kata Arry, terdapat 15 OPD yang berstatus informatif.
Arry menekankan keterbukaan informasi tidak sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi untuk membangun kepercayaan publik. Ia juga berharap seluruh kepala daerah memberi dukungan penuh kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) agar transparansi menjadi budaya kerja.
Sebagai tindak lanjut, Ketua Monev Tanti Endang Lestari menyatakan KI Sumbar akan menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi seluruh peserta. Kegiatan tersebut dijadwalkan dalam empat sesi selama empat hari, pada 8–11 Juni mendatang.