YOGYAKARTA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih Pimred Award 2026 dalam kategori Gubernur Terbaik Bidang Komunikasi dan Informasi Publik. Penghargaan ini diberikan atas komitmennya menjaga keterbukaan informasi, transparansi pemerintahan, serta membangun komunikasi dengan media massa di Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Forum Pimred Multimedia Indonesia yang digelar di Yogyakarta pada 17–19 Juli 2026. Trofi dan piagam penghargaan diserahkan Anggota Dewan Pers Republik Indonesia Yogi Hadi Ismanto, didampingi Ketua Umum Forum Pimred Multimedia Indonesia Bernadus Wilson Lumi, kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin yang mewakili Khofifah.
Bernadus Wilson Lumi mengatakan penghargaan diberikan melalui proses penilaian dan seleksi dewan juri. Ia menyebut dewan juri yang diketuai Yogi Hadi Ismanto menetapkan Khofifah sebagai pemenang dalam kategori tersebut.
Menurut Bernadus, penilaian tidak hanya didasarkan pada capaian program, tetapi juga komitmen kandidat dalam membangun hubungan yang sehat dengan insan pers. Aspek yang dinilai meliputi keberpihakan terhadap media, kualitas kerja sama, keterbukaan informasi, serta kemudahan akses komunikasi antara pemerintah dan media.
Menanggapi penghargaan itu, Khofifah menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus menjaga keterbukaan informasi bagi masyarakat dan media. Ia menilai akses informasi yang transparan merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
“Kami senantiasa untuk terus menjaga bagaimana informasi harus bisa diakses secara terbuka, transparan oleh insan media juga seluruh warga Jawa Timur,” kata Khofifah.
Ia menambahkan, Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika akan memperkuat ruang komunikasi publik melalui berbagai kanal resmi pemerintah agar masyarakat lebih mudah memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Di tengah efisiensi ini peran media sangat vital. Bagaimana informasi-informasi terus kami sampaikan secara terbuka, dan peran media sangat dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan yang telah dilakukan oleh Pemprov Jatim,” ujarnya.
Khofifah juga berharap sinergi pemerintah daerah dan media terus diperkuat untuk menghadirkan informasi yang benar sekaligus mencegah penyebaran hoaks.
“Kolaborasi antara Pemprov Jatim dengan insan media kita harapkan akan terus memberi informasi sejernih mungkin untuk warga Jawa Timur. Kolaborasi media dengan pemerintah ini juga diharapkan bisa meluruskan berbagai informasi yang belum tentu kebenarannya agar tidak menjadi hoaks yang dikonsumsi masyarakat,” kata Khofifah.