Kesbangpol Bekasi Gelar Pendidikan Politik untuk Dorong Perempuan Lebih Aktif di Ruang Publik

Kesbangpol Bekasi Gelar Pendidikan Politik untuk Dorong Perempuan Lebih Aktif di Ruang Publik

CIKARANG UTARA — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi terus mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam kehidupan politik melalui kegiatan Pendidikan Politik bertema “Perempuan Cerdas Politik untuk Masa Depan Bangsa”. Kegiatan ini diikuti Muslimat NU Kabupaten Bekasi dan digelar di Gedung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Selasa (9/6/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Kabupaten Bekasi, Asep Buchori, menegaskan bahwa politik bukan ruang yang hanya diperuntukkan bagi laki-laki. Menurut dia, perempuan memiliki hak yang sama untuk mengetahui, memahami, terlibat, serta mengambil peran dalam proses politik dan pembangunan daerah.

“Politik bukan barang mewah dan bukan hanya milik laki-laki. Perempuan juga berhak mengetahui, memahami, dan mengisi ruang-ruang politik, termasuk di lembaga legislatif maupun pemerintahan,” kata Asep.

Asep menyebut tingkat partisipasi pemilih perempuan di Kabupaten Bekasi tergolong tinggi. Berdasarkan data pemilu, partisipasi pemilih perempuan dilaporkan mencapai lebih dari 82 persen, melampaui partisipasi pemilih laki-laki. Namun, tingginya angka partisipasi itu dinilai belum sejalan dengan keterwakilan perempuan di lembaga politik maupun pemerintahan desa.

Ia mengatakan keterwakilan perempuan di DPRD masih relatif kecil. Selain itu, jumlah kepala desa perempuan disebut masih sekitar 10 orang, meski regulasi mendorong keterwakilan perempuan hingga 30 persen.

Untuk memperkuat keterlibatan perempuan, Kesbangpol Kabupaten Bekasi menjalankan langkah edukatif melalui pendidikan politik bagi perempuan, termasuk ibu rumah tangga. Program ini ditujukan agar perempuan semakin melek politik, cerdas dalam menentukan pilihan, sekaligus berani tampil sebagai calon pemimpin.

“Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga berani menjadi calon pemimpin. Banyak yang mau memilih, tetapi belum percaya diri untuk dipilih. Ini yang terus kami dorong melalui pendidikan politik,” ujarnya.

Asep menilai potensi sumber daya manusia perempuan di Kabupaten Bekasi besar dan tidak kalah dengan laki-laki. Dengan partisipasi pemilu yang tinggi, ia memandang peluang perempuan untuk menjadi anggota legislatif maupun pemimpin di tingkat desa terbuka lebar.

Ia juga menyoroti peran partai politik dalam memberi ruang yang lebih besar bagi kader perempuan agar dapat maju dan bersaing secara sehat dalam kontestasi politik. Menurutnya, partai politik memiliki peran penting dalam memenuhi amanat keterwakilan 30 persen sehingga suara dan aspirasi perempuan dapat terwakili di lembaga legislatif.

Selain itu, Asep menilai kedekatan perempuan dengan masyarakat menjadi modal sosial penting untuk pembangunan. Ia menyebut jejaring yang dibangun melalui organisasi perempuan, majelis taklim, maupun komunitas sosial dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi di tingkat warga.

“Perempuan itu lebih dekat dengan masyarakat, lebih kompak, dan lebih mudah diajak berdiskusi untuk membangun lingkungan dan daerahnya. Karena itu perempuan harus berada di garda depan dalam pembangunan Kabupaten Bekasi,” katanya.

Ke depan, Kesbangpol Kabupaten Bekasi berencana memperkuat jejaring antarorganisasi perempuan serta mendorong lahirnya program sekolah politik perempuan sebagai wadah peningkatan kapasitas kepemimpinan. “Politik adalah kerja kolektif yang tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu kami mengumpulkan organisasi-organisasi perempuan untuk membangun jejaring, menyusun rencana bersama, bahkan ke depan mendorong adanya sekolah politik perempuan dengan dukungan pemerintah daerah. Harapannya perempuan Kabupaten Bekasi semakin maju dan semakin banyak yang tampil sebagai pemimpin,” tutur Asep.