Sebuah unggahan foto di media sosial X (sebelumnya Twitter) beredar dengan klaim adanya rumah yang tertimbun pasir akibat banjir di Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Unggahan itu juga disertai narasi yang menyebut kondisi Aceh “tidak baik-baik saja”, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan warganet.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan informasi tersebut tidak benar. Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Komdigi pada Selasa, 10 Januari 2025, klaim dalam unggahan itu perlu diluruskan.
Dalam penelusuran, tim menggunakan Google Lens dengan memasukkan foto yang beredar. Hasil pencarian mengarah pada pemberitaan di laman halojember.jawapos.com berjudul “Banjir Lahar Dingin Setinggi 4 Meter, Rendam 13 Rumah, Warung, dan Masjid di Lumajang” yang tayang pada Senin, 8 Desember 2025.
Kemkomdigi menjelaskan, konteks foto tersebut berkaitan dengan dampak bencana erupsi Gunung Semeru. Peristiwa itu dilaporkan berdampak pada 13 rumah, satu masjid, dan satu warung di Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.
Dengan demikian, foto rumah tertimbun pasir yang diklaim terjadi di Aceh sebenarnya merupakan dokumentasi dampak erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, bukan peristiwa banjir di Provinsi Aceh.

