Kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah pengasuh ponpes bernama Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga mencabuli 30 hingga 50 santriwati.
Di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut, beredar unggahan di media sosial yang mengklaim Kementerian Agama (Kemenag) menyebut peristiwa itu bukan kejahatan agama, melainkan “nafsu manusiawi”. Unggahan tersebut muncul dalam bentuk kolase foto yang menampilkan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan terduga pelaku, serta dibagikan oleh sejumlah akun Facebook.
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi valid yang menunjukkan Kemenag pernah mengeluarkan pernyataan sebagaimana diklaim dalam unggahan tersebut. Konfirmasi juga dilakukan kepada Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, yang menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Ini pasti hoaks,” kata Thobib saat dikonfirmasi pada Rabu (6/5/2026).
Dalam keterangan tertulis, Kemenag menyatakan hoaks terkait kasus kekerasan seksual itu sengaja dibingkai untuk menyerang Menteri Agama Nasaruddin Umar. Nasaruddin menegaskan sikapnya tidak mentoleransi tindakan kekerasan dan pelecehan seksual.
“Sikap saya terkait tindak kakerasan seksual itu jelas dan tegas. Tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan seksual. Saya tidak pernah menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan,” ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis pada Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, lembaga pendidikan semestinya menjadi ruang yang aman dan bermartabat bagi seluruh peserta didik. Nasaruddin juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilah informasi yang beredar di media sosial.
“Mari menjadi pemutus rantai hoaks dengan saring sebelum sharing. Cerdas bermedia sosial adalah cara kita menjaga kedamaian untuk sesama,” ujarnya.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Kemenag menilai pencabulan santriwati di Pati sebagai “nafsu manusiawi” dipastikan tidak benar. Kemenag menyatakan tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut dan tidak ada sumber jelas yang mendukung klaim itu.

