Kementerian Transmigrasi mengumumkan hasil rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang dapat diakses peserta melalui laman resmi program sejak Selasa (02/06/2026) pukul 22.00 WIB.
Komitmen transparansi dalam proses seleksi juga disampaikan perwakilan Universitas Padjadjaran (Unpad), Irfan Zidni. Ia menyatakan seluruh tahapan seleksi diumumkan secara terbuka melalui kanal resmi masing-masing perguruan tinggi mitra, mulai dari verifikasi administrasi hingga hasil wawancara.
Menurut Irfan, peserta dapat memantau perkembangan setiap tahapan rekrutmen. Sementara itu, data dan rekam jejak proses seleksi disimpan oleh perguruan tinggi mitra sebagai bentuk akuntabilitas dan dapat diakses apabila dibutuhkan.
Ia menambahkan, seluruh peserta—baik yang dinyatakan lolos maupun belum lolos—akan memperoleh informasi hasil rekrutmen serta apresiasi atas partisipasinya dalam program TEP 2026.
Dalam rekrutmen tahun ini, dari total 10.359 pendaftar yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, sebanyak 1.476 peserta dinyatakan lolos. Jumlah tersebut terdiri atas 246 ketua tim dan 1.230 anggota tim.
Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi, Edy Gunawan, mengatakan proses rekrutmen TEP 2026 sepenuhnya dipercayakan kepada perguruan tinggi negeri mitra yang telah memiliki kriteria dan indikator penilaian yang disepakati bersama. Menurutnya, mekanisme tersebut diharapkan membuat hasil seleksi mencerminkan keberagaman disiplin ilmu maupun asal perguruan tinggi peserta.
Edy menambahkan, pelibatan perguruan tinggi mitra dilakukan untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif dan menghasilkan peserta yang sesuai dengan kebutuhan program di lapangan.
Perwakilan Universitas Diponegoro (Undip), Asnawi Manaf, menjelaskan rekrutmen dilakukan dengan mengacu pada kebutuhan nyata di kawasan transmigrasi serta hasil evaluasi pelaksanaan TEP tahun sebelumnya. Peserta yang mendaftar, kata dia, terlebih dahulu dikelompokkan berdasarkan bidang keilmuan, lalu diseleksi sesuai kebutuhan yang diidentifikasi melalui evaluasi TEP 2025.
Selain itu, penilaian juga mempertimbangkan portofolio akademik, pengalaman organisasi, pengalaman lapangan, hingga pengalaman mengikuti TEP pada periode sebelumnya.