Sebuah bentuk baru strategi di bidang ideologi dan informasi disebut muncul dengan cara yang lebih halus namun dinilai lebih berbahaya karena kamuflasenya serta kemampuannya menyusup ke dalam kehidupan sosial. Dalam konteks ini, kemampuan mengenali karakter strategi tersebut dan meresponsnya secara tegas disebut menjadi kebutuhan mendesak.
Dalam narasi yang berkembang, strategi tersebut digambarkan sebagai bagian dari pola “evolusi damai” yang mengubah metode sabotase: bukan lagi melalui cara-cara yang terbuka, melainkan lewat pendekatan yang tampak wajar dan sulit dibedakan dari kritik atau pembahasan umum. Salah satu aspek yang disorot adalah pemanfaatan isu “kebenaran” sebagai alat, sehingga pesan yang disampaikan terlihat sejalan dengan kepentingan publik, tetapi disebut dapat diarahkan untuk tujuan yang merusak.
Di sisi lain, beberapa tahun terakhir juga ditandai dengan intensifikasi kerja pembangunan dan perbaikan internal Partai, termasuk penguatan inspeksi, pengawasan, dan penegakan disiplin. Upaya tersebut disebut dilakukan dengan tekad politik yang tinggi.
Sejumlah kasus besar dilaporkan telah diselidiki, dituntut, dan diadili secara ketat. Banyak pejabat yang melanggar peraturan, termasuk pejabat tinggi di bawah manajemen Komite Sentral, disebut telah dijatuhi hukuman berat sesuai peraturan Partai dan hukum negara.
Langkah-langkah itu dipandang menunjukkan sikap “tidak ada zona terlarang, tidak ada pengecualian” dalam memerangi korupsi, pemborosan, dan fenomena negatif. Selain itu, hal tersebut juga disebut menegaskan kemampuan pembaruan diri dan perbaikan diri Partai yang berkuasa.