Kajian Keilmuan Himapem Unhas Bahas Faktor Pendorong Partisipasi Politik Publik

Kajian Keilmuan Himapem Unhas Bahas Faktor Pendorong Partisipasi Politik Publik

Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (Himapem) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Kajian Keilmuan di kelas FIS III 103 Unhas, Minggu (21/6). Kegiatan ini menghadirkan demisioner Divisi Kementerian Advokasi dan Kajian Strategis (Advokastra) Himapem Unhas, Mohammad Isbul, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Isbul menyoroti dinamika komunikasi dan faktor politik yang dinilai berperan dalam mendorong partisipasi publik. Ia menjelaskan, komunikasi politik merupakan proses penyampaian informasi politik melalui berbagai media.

Menurutnya, pesan politik dapat menjangkau masyarakat luas melalui beragam saluran, seperti pidato, media massa, kampanye, hingga media sosial. Isbul menekankan bahwa berbagai medium tersebut berpengaruh terhadap cara publik menerima dan merespons informasi politik.

Isbul juga menguraikan sejumlah tipe budaya politik, mulai dari parokial yang berkesadaran rendah, tipe subjek yang cenderung berpartisipasi pasif, hingga tipe partisipan yang aktif dalam kegiatan politik. Ia kemudian memaparkan empat tantangan politik utama di Indonesia saat ini, yakni kuatnya pengaruh media sosial, maraknya hoaks, praktik politik uang, serta sikap apatis masyarakat.

Berkaca dari kondisi tersebut, ia menyebut ada tiga faktor utama yang memengaruhi partisipasi politik publik, yaitu keterbukaan sistem, kepercayaan sipil, dan kepastian hukum. Ketiganya, kata Isbul, menjadi fondasi penting agar masyarakat terdorong untuk terlibat dalam proses politik.

Ia menilai partisipasi politik sulit terwujud apabila sistem dan tata kelola tidak berjalan secara transparan. Menutup materinya, Isbul mendorong mahasiswa mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang bertanggung jawab, serta memprioritaskan perbaikan tata kelola negara agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam politik.