Iran Bantah Kabar Mojtaba Khamenei Terluka Parah akibat Serangan Israel

Iran Bantah Kabar Mojtaba Khamenei Terluka Parah akibat Serangan Israel

Pemerintah Iran membantah kabar yang menyebut Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengalami luka parah akibat serangan Israel-Amerika Serikat pada awal Maret 2026. Informasi tersebut sebelumnya beredar luas di media sosial.

Narasi yang tersebar, antara lain melalui sejumlah akun Facebook, menyatakan Mojtaba Khamenei terluka sangat parah dan dirawat dengan alat bantu hidup di ICU Rumah Sakit Sina, Teheran. Unggahan itu juga mengeklaim sebagian besar anggota keluarganya tewas dan Mojtaba disebut tidak menyadari situasi perang maupun kabar kematian ayahnya.

Klaim tersebut dibantah oleh Penasihat Pemerintah Iran, Yousef Pezeshkian. Melalui unggahan di kanal Telegram-nya, Pezeshkian mengatakan telah menanyakan informasi itu kepada sejumlah pihak yang memiliki koneksi dan mendapat jawaban bahwa Mojtaba Khamenei dalam keadaan selamat dan sehat.

Bantahan Pezeshkian dilaporkan oleh beberapa media, di antaranya Al Arabiya, Arab News, dan Dunya News.

Dalam konteks yang lebih luas, Mojtaba Khamenei (56) dikenal sebagai figur yang jarang tampil di publik maupun berbicara dalam acara resmi. Sejak dinobatkan sebagai penerus ayahnya, ia juga belum menyampaikan pidato kebangsaan atau mengeluarkan pernyataan tertulis.

Meski demikian, laporan The New York Times menyebut tiga pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan kaki Mojtaba Khamenei sempat terluka, tanpa rincian tingkat keparahan. Laporan itu menyebut ia masih dalam keadaan sadar dan berlindung di lokasi yang sangat aman dengan komunikasi terbatas.

Dengan demikian, narasi yang menyatakan Mojtaba Khamenei mengalami luka parah akibat serangan Israel dinyatakan tidak benar. Penasihat Pemerintah Iran menegaskan Mojtaba dalam kondisi selamat dan sehat, meski ada laporan terpisah yang menyebut kakinya sempat mengalami luka.