Indef: Kebakaran Depot Minyak di Rusia Berpotensi Tekan Harga, Indonesia Diminta Perkuat Cadangan Energi

Indef: Kebakaran Depot Minyak di Rusia Berpotensi Tekan Harga, Indonesia Diminta Perkuat Cadangan Energi

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengingatkan pemerintah perlu memperkuat cadangan energi nasional di tengah konflik yang memicu kebakaran depot minyak di Kota Penza, Rusia, akibat serangan drone Ukraina. Indef menilai insiden tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia dalam jangka pendek dan berdampak pada biaya impor energi Indonesia.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman mengatakan pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif yang terukur untuk merespons risiko kenaikan harga minyak. Menurutnya, pengalaman dari sejumlah insiden serupa sepanjang 2024–2025 menunjukkan harga minyak Brent sempat naik sekitar 1–3 persen secara harian, bergerak dari kisaran 80 dolar AS per barel menjadi 82–85 dolar AS per barel.

Rizal menjelaskan, kenaikan tersebut lebih banyak dipicu kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan dan eskalasi konflik, bukan karena hilangnya volume produksi global secara signifikan. Ia menambahkan, produksi minyak dunia masih berada di atas 102 juta barel per hari, dengan kapasitas cadangan OPEC+ yang dinilai relatif memadai.

Bagi Indonesia, tekanan harga minyak berpotensi terasa karena sekitar 60–65 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dipenuhi dari impor. Indef memperkirakan setiap kenaikan harga minyak sebesar 1 dolar AS per barel dapat menambah beban impor migas hingga 300–400 juta dolar AS per tahun.

Selain itu, kenaikan harga energi juga dinilai berisiko mendorong inflasi. Rizal menyebut komponen transportasi dan energi menyumbang sekitar 15–20 persen dalam keranjang inflasi nasional. Meski demikian, ia menilai dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5 persen masih cenderung dapat dikelola apabila lonjakan harga minyak bersifat sementara.

Dalam konteks kesiapan domestik, Indef menyoroti cadangan operasional BBM Indonesia yang saat ini berkisar 20–25 hari konsumsi, sehingga dinilai relatif terbatas untuk meredam tekanan jika gejolak berlangsung lebih lama. Dari sisi fiskal, subsidi dan kompensasi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga disebut masih sensitif terhadap pergerakan harga minyak. Indef memperkirakan setiap kenaikan minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 10 dolar AS per barel dapat menambah beban anggaran hingga Rp50–60 triliun.

Karena itu, Rizal menyarankan penguatan cadangan energi sebagai salah satu langkah utama. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan subsidi yang lebih tepat sasaran serta percepatan diversifikasi energi untuk mengurangi kerentanan ekonomi Indonesia terhadap gejolak geopolitik energi ke depan.

Serangan drone Ukraina yang memicu kebakaran depot minyak di Rusia bagian barat dilaporkan terjadi pada Jumat (23/1) pagi waktu setempat. Kebakaran terjadi ketika sistem pertahanan udara Rusia mencegat sejumlah drone tempur yang diterbangkan oleh Ukraina.