Imigrasi Kelas II Tarempa Gelar Coffee Morning dengan Media, Tekankan Transparansi Layanan Keimigrasian

Imigrasi Kelas II Tarempa Gelar Coffee Morning dengan Media, Tekankan Transparansi Layanan Keimigrasian

Anambas — Kantor Imigrasi Kelas II Tarempa menggelar Coffee Morning dan silaturahmi bersama insan media di Kedai Kopi Siantannur, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB itu difokuskan pada penguatan transparansi layanan keimigrasian serta pembukaan ruang dialog antara Imigrasi dan media.

Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tarempa Ferry Krisdiyanto beserta jajaran pejabat, termasuk Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian serta Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian. Sejumlah wartawan dari media nasional dan lokal di Kabupaten Kepulauan Anambas turut hadir dalam diskusi yang berlangsung santai.

Dalam dialog, Ferry menyampaikan bahwa transparansi menjadi komitmen utama Kantor Imigrasi Kelas II Tarempa. Ia menjelaskan pihaknya membuka informasi terkait proses pembuatan paspor, layanan izin tinggal bagi warga negara asing, hingga pengawasan tenaga kerja asing di wilayah Anambas.

“Kami buka data. Masyarakat berhak tahu berapa lama prosesnya, berapa biayanya, dan bagaimana alurnya. Tidak ada calo,” kata Ferry.

Ferry juga menekankan peran media sebagai mitra strategis untuk memastikan informasi yang diterima publik tetap akurat. Menurutnya, informasi terkait paspor, deportasi, maupun layanan keimigrasian perlu dikonfirmasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Media itu mitra strategis kami. Kalau ada hoaks soal paspor atau deportasi, tolong dikonfirmasi dulu ke kami. Biar informasi yang sampai ke masyarakat itu akurat,” ujarnya.

Di sela diskusi, Ferry mengajak media berkolaborasi dalam edukasi publik mengenai bahaya tindak pidana perdagangan orang, pekerja migran ilegal, serta penyalahgunaan izin tinggal oleh warga negara asing, khususnya di wilayah Kepulauan Anambas.

Perwakilan media Riskawin dari Pojok Batam mengapresiasi inisiatif Imigrasi Tarempa yang membuka ruang komunikasi secara informal dengan wartawan. “Baru kali ini Imigrasi ngumpul ngopi bareng media. Biasanya formal sekali. Dengan cara seperti ini, kami jadi lebih dekat. Kalau butuh konfirmasi berita malam hari pun lebih mudah,” katanya.

Sementara itu, Fini dari Zona Sidik berharap koordinasi Imigrasi dan media terus ditingkatkan, terutama untuk penyampaian informasi terkait layanan maupun penanganan kasus keimigrasian. “Kami butuh narasumber yang cepat. Kalau ada warga negara asing diamankan atau ada layanan paspor keliling, kabari kami supaya masyarakat juga cepat mendapat informasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fini juga menanyakan mekanisme pengawasan terhadap warga negara asing yang datang ke Kabupaten Kepulauan Anambas, termasuk langkah pengawasan aktivitas wisatawan asing di daerah tersebut.

Menutup kegiatan, Ferry menegaskan bahwa coffee morning tersebut ditujukan untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan media. “Coffee morning ini bukan seremonial. Ini komitmen. Pintu Imigrasi Tarempa terbuka untuk media. Kita sama-sama menjaga Anambas dari penyalahgunaan izin tinggal dan melindungi warga negara Indonesia yang bekerja ke luar negeri. Ngopi hari ini, kerja bersama besok,” tutupnya.