Gempa berkekuatan magnitudo 4,2 menggetarkan Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu dini hari, 15 Maret 2026. Seiring beredarnya informasi tentang peristiwa tersebut, sejumlah hoaks atau kabar bohong terkait gempa turut menyebar di media sosial.
Salah satu hoaks yang muncul adalah klaim prediksi gempa besar pada 5 Maret 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa unggahan yang menyebut prediksi gempa megathrust akan terjadi di seluruh Indonesia pada 2026 merupakan hoaks atau tidak benar.
Berikut beberapa hoaks seputar gempa yang beredar di media sosial beserta penjelasan faktanya.
1. Klaim BMKG memprediksi gempa besar pada 5 Maret 2026
Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan di Facebook yang menyebut BMKG memprediksi akan terjadi gempa besar pada 5 Maret 2026. Unggahan itu dibagikan oleh sebuah akun pada 2 Maret 2026.
Dalam unggahan tersebut tertulis, “Himbauan Bagi Kita Semua. Ini Info dari BMKG. Mudah²an Nanti tidak Terjadi. Amin...”.
Unggahan juga menyertakan poster bertuliskan: “BMKG PERINGATAN DINI GEMPA BESAR. BMKG MENGHIMBAU UNTUK SELURUH RAKYAT INDONESIA. ADA KEMUNGKINAN TERJADINYA GEMPA BESAR SKALA BESAR PADA TANGGAL 5 MARET 2026”.
Namun, BMKG menyatakan klaim semacam itu tidak benar. BMKG menegaskan bahwa unggahan prediksi gempa megathrust terjadi di seluruh Indonesia pada 2026 adalah hoaks.
2. Klaim video Puskesmas Purwasari Karawang runtuh akibat gempa Bekasi
Cek Fakta Liputan6.com juga mendapati klaim video yang menyebut Puskesmas Purwasari, Karawang, runtuh akibat gempa Bekasi. Video tersebut diunggah oleh sebuah akun Facebook pada 22 Agustus 2025.
Video menampilkan reruntuhan bangunan dengan tulisan “UGD” serta terdapat teks “Efek Gempa Bekasi”. Keterangan unggahan berbunyi, “Puskesmas Purwasari Karawang...Efek Gempa Kabupaten Bekasi...Semoga tidak ada korban jiwa...”.
Dalam penelusurannya, Cek Fakta Liputan6.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar.
Kanal Cek Fakta Liputan6.com menyatakan upaya melawan hoaks dilakukan sebagai bagian dari literasi media kepada masyarakat. Kanal ini aktif sejak 2018 dan sejak 2 Juli 2018 bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) serta menjadi partner Facebook.

