Hoaks Mengatasnamakan Pertamina Kembali Marak di Media Sosial, Ini Sejumlah Klaim yang Beredar

Hoaks Mengatasnamakan Pertamina Kembali Marak di Media Sosial, Ini Sejumlah Klaim yang Beredar

Hoaks yang mencatut nama perusahaan kerap beredar di media sosial, termasuk mengatasnamakan Pertamina. Informasi palsu tersebut muncul dalam beragam tema dan menyebar melalui berbagai platform, mulai dari aplikasi percakapan hingga unggahan video di media sosial.

Sejumlah klaim yang beredar belakangan ini antara lain berbentuk pesan berantai, video singkat, hingga poster digital yang menampilkan logo tertentu. Berikut beberapa contoh hoaks yang mencatut nama Pertamina.

1. Pesan berantai hadiah tahun baru Rp 1,5 juta
Beredar pesan berantai di aplikasi percakapan yang mengklaim Pertamina membagikan uang Rp 1,5 juta dengan syarat mengisi kuesioner. Pesan tersebut disertai tautan yang mengarah ke sebuah situs tertentu. Dalam narasinya tertulis, “Pertamina - Hadiah Tahun Baru” dan “Semua orang bisa mendapatkan hadiah tahun baru 2026.”

2. Klaim kendaraan pajak mati tidak bisa mengisi BBM
Muncul unggahan di Facebook pada 21 September 2025 yang menyebut adanya “aturan baru dari pemerintah dan Pertamina” yang menyatakan kendaraan dengan pajak mati atau “surat kosong” tidak akan dilayani saat mengisi BBM. Klaim itu disertai video Reels antrean kendaraan di SPBU dengan teks yang menyebut pembatasan layanan, serta keterangan tambahan yang menyatakan adanya jangka waktu pengisian BBM untuk mobil dan motor.

3. Poster pengisian BBM gratis pada 29–30 Februari 2026
Hoaks lain yang beredar menyebut Pertamina mengadakan program pengisian BBM gratis di seluruh SPBU di Indonesia pada 29–30 Februari 2026. Klaim ini muncul dalam bentuk poster yang memuat logo Danantara dan Pertamina, serta narasi “Pertamina bekerja sama dengan pemerintah, memberikan program GRATIS pengisian BBM di seluruh SPBU se Indonesia. Catat tanggalnya: 29-30 Februari 2026.” Salah satu unggahan di Facebook tercatat diposting pada 7 Februari 2026.

Maraknya informasi yang mengatasnamakan Pertamina menunjukkan perlunya kehati-hatian saat menerima pesan berantai, tautan, maupun unggahan yang viral. Masyarakat diimbau untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kembali.