Hoaks Bansos Beredar di Medsos, Ini Daftar Tautan Palsu yang Mengatasnamakan PKH dan BPNT

Hoaks Bansos Beredar di Medsos, Ini Daftar Tautan Palsu yang Mengatasnamakan PKH dan BPNT

Sejumlah informasi palsu atau hoaks terkait bantuan sosial (bansos) kembali beredar di media sosial. Modus yang kerap digunakan adalah menyertakan tautan pendaftaran atau tautan pengecekan status penerima bansos yang bukan berasal dari kanal resmi.

Padahal, pengecekan status penerima bansos dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos) di cekbansos.kemensos.go.id. Alternatif lainnya, masyarakat dapat menggunakan aplikasi “Cek Bansos” yang tersedia di Play Store maupun App Store.

Berikut rangkuman tiga hoaks bansos yang beredar di media sosial dan mencatut program PKH serta BPNT:

1) Klaim tautan pendaftaran Bansos PKH 2026 Rp 1,7 juta per orang

Sebuah unggahan Facebook pada 20 Juni 2026 memuat klaim “BANSOS PKH 2026” dengan narasi bantuan sebesar Rp 1.700.000 per orang dan mengajak pengguna untuk mendaftar melalui tautan tertentu. Tautan tersebut, ketika diklik, mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta data pribadi seperti nama lengkap hingga nomor WhatsApp.

2) Klaim tautan untuk mengecek PKH dan BPNT Rp 1,5 juta

Unggahan Facebook lain pada 30 Juni 2026 menyebut program bansos berlanjut hingga Juli 2026 dan mengajak pengguna untuk “daftar sekarang”. Unggahan itu juga menampilkan poster bertuliskan “PKH & BPNT 1,5 JT SIAP CAIR KE REKENING” serta instruksi mengecek nama dengan mengklik menu daftar. Tautan yang disertakan mengarah ke situs berisi formulir yang meminta data pribadi, termasuk nama lengkap dan nomor Telegram.

3) Klaim tautan pendaftaran dan cek bansos PKH online 2026

Pada 20 Mei 2026, beredar unggahan Facebook yang mengklaim pendaftaran dan pengecekan bansos PKH online 2026 dengan nilai bantuan Rp 1.500.000 per orang. Unggahan disertai poster bertema “Bansos Go Digital” dan menu daftar yang mengarah ke tautan tertentu. Saat dibuka, halaman tersebut meminta identitas seperti nama lengkap, alamat lengkap, dan nomor WhatsApp.

Masyarakat diimbau waspada terhadap tautan yang meminta data pribadi dan mengatasnamakan pendaftaran maupun pengecekan bansos. Untuk memastikan informasi, gunakan hanya kanal resmi Kemensos, baik melalui situs cekbansos.kemensos.go.id maupun aplikasi “Cek Bansos”.