Hj Ananda Terpilih Aklamasi Pimpin PMI Banjarmasin 2025–2030, Soroti Sekretariat Permanen dan Transparansi Keuangan

Hj Ananda Terpilih Aklamasi Pimpin PMI Banjarmasin 2025–2030, Soroti Sekretariat Permanen dan Transparansi Keuangan

Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin untuk periode 2025–2030. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Kota (Muskot) PMI Kota Banjarmasin yang digelar di Balai Kota Banjarmasin, Sabtu (1/8/2026).

Muskot dilaksanakan oleh Pengurus PMI Kota Banjarmasin di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PMI Kota Banjarmasin H Puar Junaidi. Agenda itu juga dihadiri dan dibuka oleh Ketua PMI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah.

Dalam sambutannya, Hj Ananda menyatakan akan merangkul seluruh elemen di PMI Kota Banjarmasin untuk melakukan pembenahan menyeluruh agar organisasi berjalan lebih baik ke depan. Ia menyoroti kebutuhan sekretariat permanen sebagai salah satu prioritas.

Menurut Hj Ananda, sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin HM Yamin, pada tahun depan PMI Kota Banjarmasin direncanakan menempati gedung baru yang akan dihibahkan Pemerintah Kota Banjarmasin. Ia menyebut gedung tersebut akan digunakan sebagai sekretariat PMI Kota Banjarmasin sekaligus gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin.

Selain itu, Hj Ananda menekankan komitmen transparansi dalam pengelolaan keuangan. Ia menyampaikan bahwa dana PMI Kota Banjarmasin, baik yang bersumber dari hibah, bantuan pihak ketiga, maupun hasil unit-unit usaha, akan dimanfaatkan secara terbuka dan dioptimalkan untuk kepentingan publik.

Juru Bicara Wakil Wali Kota Banjarmasin, David Santosa, menegaskan Muskot PMI Kota Banjarmasin telah dilaksanakan sesuai aturan organisasi. Ia menyebut kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Plt Ketua PMI Banjarmasin H Puar Junaidi dan dibuka oleh Ketua PMI Provinsi Kalsel H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah.

David juga menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi untuk membentuk kepengurusan agar organisasi dapat segera berjalan dan memberikan dampak sosial bagi masyarakat di Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Plt Ketua PMI Kota Banjarmasin H Puar Junaidi menyebut Muskot menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program kerja kepengurusan periode 2020–2025 sekaligus menyusun arah kebijakan baru. Ia berharap musyawarah tersebut melahirkan gagasan yang dapat memperkuat PMI Kota Banjarmasin, serta menegaskan agenda organisasi yang sah harus mengantongi Surat Keputusan (SK) dan prosedur yang baku.

Ketua PMI Provinsi Kalsel H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah menuturkan pelaksanaan Muskot pada 1 Agustus 2026 merupakan jadwal resmi yang disiapkan melalui rangkaian konsolidasi internal hingga audiensi dengan Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR selaku pelindung PMI di tingkat kota. Ia juga menyampaikan kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kota Banjarmasin, Forkopimda, serta jajaran relawan.

Gusti Iskandar menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PMI pusat dan hasil Muskot akan dilaporkan secara resmi sebagai bagian dari konsolidasi vertikal organisasi. Ia menilai pengelolaan isu kemanusiaan di Kota Banjarmasin, mulai dari ketersediaan darah hingga kebencanaan, membutuhkan koordinasi dan kebersamaan.