Harga Layanan Naik Jelang Tet, Transparansi Tarif Jadi Batas yang Diatur Hukum

Harga Layanan Naik Jelang Tet, Transparansi Tarif Jadi Batas yang Diatur Hukum

Menjelang libur Tet (Tahun Baru Imlek), banyak keluarga memasuki periode pengeluaran tersibuk sepanjang tahun. Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada barang kebutuhan perayaan, tetapi juga pada berbagai layanan yang permintaannya melonjak pada hari-hari terakhir menjelang pergantian tahun.

Pada sore terakhir tahun ini, Nguyen Thi Nhung, warga Kelurahan Hac Thanh, menyempatkan diri ke salon rambut agar tampil rapi saat Tet. Ia mengaku baru memiliki waktu untuk perawatan diri setelah sibuk sepanjang tahun. Namun, biaya potong rambut, keramas, dan pengeringan yang ia bayarkan mencapai 180.000 dong, naik sekitar 40.000 dong dibanding hari biasa.

Setelah itu, Nhung juga memperbaiki sepeda motornya untuk persiapan pulang kampung. Biaya ganti oli dan penyetelan rem naik beberapa puluh ribu dong. Pada malam hari, ia memesan jasa pembersihan rumah per jam dengan tarif sekitar 20–30% lebih tinggi dari biasanya. Keesokan harinya, ia mengirim hadiah Tet kepada orang tuanya di pedesaan dan kembali dikenai tambahan biaya pengiriman karena musim puncak. “Setiap barang hanya meningkat sedikit, tetapi jika dijumlahkan hampir mencapai satu juta dong,” ujarnya.

Pengalaman tersebut disebut banyak dialami keluarga lain. Menjelang Tet, layanan seperti perawatan kecantikan, cuci mobil, perbaikan listrik dan pipa, pembersihan industri, hingga transportasi barang umumnya menyesuaikan harga untuk merespons lonjakan permintaan. Kenaikan lazim berada di kisaran 10–30%, sementara beberapa jenis layanan dapat meningkat 40–50% tergantung waktu dan tingkat kepadatan.

Di sebuah tempat cuci mobil di Jalan Nguyen Cong Tru, Kelurahan Hac Thanh, misalnya, tarif cuci sepeda motor naik dari 20.000 VND menjadi 30.000 VND. Untuk mobil, harga meningkat dari 60.000 VND menjadi 100.000 VND, tergantung paket layanan. Pemilik usaha menyebut jumlah pelanggan melonjak setelah tanggal 20 bulan ke-12 kalender lunar sehingga pekerja harus lembur, dan biaya operasional ikut meningkat.

Dari perspektif pasar, penyesuaian harga pada masa puncak dipandang sebagai konsekuensi dari mekanisme penawaran dan permintaan. Ketika permintaan meningkat, biaya tenaga kerja dan waktu pelayanan bertambah, sehingga harga dapat berubah untuk menutup biaya tersebut. Namun, penyesuaian ini dinilai tidak boleh melampaui batas transparansi dan ketentuan hukum.

Berdasarkan aturan tentang penetapan harga, bisnis dan individu berhak menentukan harga barang dan jasa yang tidak berada dalam daftar yang diatur negara. Meski demikian, hak tersebut disertai kewajiban untuk mencantumkan harga secara terbuka dan jelas, serta menjual sesuai harga yang tertera.

Keputusan Pemerintah Nomor 87/2024/ND-CP tertanggal 12 Juli 2024 tentang sanksi administratif atas pelanggaran dalam pengelolaan harga menyebutkan, tindakan tidak menampilkan harga atau menampilkannya secara tidak jelas dapat dikenai denda 1–3 juta VND untuk individu. Untuk organisasi, denda dapat dua kali lipat. Sementara itu, menjual dengan harga lebih tinggi dari yang tercantum dapat berujung denda 5–10 juta VND dan kewajiban mengembalikan selisih yang telah dipungut.

Di lapangan, sebagian besar usaha di Kelurahan Hac Thanh disebut telah menampilkan daftar harga dan memberi pemberitahuan sebelumnya. Namun, keluhan tetap muncul terkait praktik penyesuaian tarif berdasarkan “jam sibuk” atau “harga liburan” tanpa penjelasan yang memadai sejak awal. Pham Van Duong, warga setempat, menilai sebagian penyedia layanan sudah memberi informasi harga terlebih dahulu, tetapi ada pula yang baru mengumumkan kenaikan setelah layanan selesai, yang menurutnya merugikan pelanggan.

Menjelang puncak belanja Tet, satuan manajemen pasar Provinsi Thanh Hoa meningkatkan inspeksi terhadap praktik penetapan harga dan penjualan pada sektor jasa yang banyak diminati, seperti transportasi, perbaikan kendaraan, makanan dan minuman, layanan kecantikan, serta pembersihan industri. Pengawasan difokuskan pada pelanggaran seperti tidak mencantumkan harga, pencantuman yang tidak jelas, penagihan berlebihan, dan pelanggaran harga. Tujuannya disebut bukan untuk mengganggu mekanisme pasar, melainkan memastikan transparansi dan melindungi hak konsumen.

Sementara itu, pasar barang kebutuhan Tet di provinsi tersebut dinilai relatif stabil. Total nilai barang yang tersimpan mencapai lebih dari 21.600 miliar VND, meningkat sekitar 5% dibanding tahun sebelumnya. Pasokan makanan juga dilaporkan melimpah tanpa catatan kekurangan. Kondisi ini mengindikasikan tekanan harga akhir tahun terutama terkonsentrasi pada sektor jasa yang bergantung pada waktu dan biaya tenaga kerja.

Tet menjadi periode tersibuk dalam setahun bagi pasar. Masyarakat umumnya memahami bahwa lonjakan permintaan membuat harga layanan sulit tetap sama seperti hari biasa. Namun, kebutuhan yang mengemuka bukan hanya layanan yang cepat, melainkan kepastian dan keterbukaan tarif. Dalam konteks ini, daftar harga yang jelas dipandang bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga dasar menjaga kepercayaan konsumen di tengah tingginya pengeluaran akhir tahun.