Tokoh masyarakat Kalimantan Timur, Harbiansyah Hanafiah, mendesak para anggota dewan agar konsisten mengawal usulan hak angket terkait evaluasi kinerja Gubernur Kalimantan Timur. Ia menekankan komitmen tersebut perlu dijaga hingga proses bergulir ke sidang pleno di legislatif, agar aspirasi masyarakat tidak berhenti pada tahap persetujuan awal.
Menurut Harbiansyah, pengawalan yang konsisten penting untuk memastikan aspirasi publik benar-benar direalisasikan secara konkret, khususnya di Samarinda. Ia menyatakan usulan hak angket itu didasarkan pada evaluasi menyeluruh yang bersumber dari realitas di lapangan, seiring meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kebijakan strategis daerah.
Harbiansyah, yang juga inisiator Masyarakat Peduli Kalimantan Timur (MPKT), menilai para wakil rakyat semestinya menjalankan kehendak masyarakat. Ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak menjadi catatan buruk dalam praktik demokrasi yang berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat menjelang Pemilu 2029.
Pernyataan itu disampaikan di tengah isu adanya partai politik yang disebut-sebut berupaya mengevaluasi ulang atau menarik dukungan terhadap hak angket. Harbiansyah menilai langkah semacam itu tidak etis karena dianggap mempermainkan aspirasi publik demi kepentingan politik praktis.
Ia menegaskan kembali bahwa usulan hak angket merupakan aspirasi yang muncul dari kondisi faktual di masyarakat. Karena itu, ia berharap dewan menjaga integritas dan komitmennya dalam mengawal proses tersebut.
MPKT, yang dipimpin Harbiansyah bersama unsur akademisi, pengusaha, mantan birokrat, dan tokoh olahraga daerah, menyatakan gerakan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kinerja serta kebijakan Gubernur Kaltim saat ini. Harbiansyah menilai sejumlah kebijakan strategis tidak lagi mencerminkan kepentingan publik secara luas dan cenderung mengarah pada kepentingan politik serta bisnis kelompok tertentu.
Dalam pernyataannya, Harbiansyah mengutip ungkapan Jawa, “Ngono yo ngono tapi ojo ngono,” yang berarti “Begitu ya begitu, tetapi jangan begitu.” Ia menyebut ungkapan itu sebagai sindiran sekaligus peringatan agar pemimpin tidak bertindak sewenang-wenang dan melampaui batas etika.
Harbiansyah juga menilai hak angket penting bukan hanya untuk evaluasi kinerja, tetapi sebagai instrumen pengawasan guna menjaga mekanisme checks and balances. Ia berharap proses tersebut dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas, sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif sebagai representasi suara publik.
Harbiansyah Hanafiah dikenal sebagai tokoh multisektoral di Kalimantan Timur. Ia pernah menjabat sebagai Anggota MPR RI Utusan Daerah Kaltim dari Fraksi Golkar, menjadi tokoh senior Partai Golkar, serta pernah memimpin DPW Partai NasDem Kaltim. Ia juga disebut sebagai tokoh senior Pemuda Pancasila Kaltim.
Di bidang olahraga, Harbiansyah pernah menjadi Ketua Pengda PSSI Kaltim, Ketua Umum KONI Kaltim, dan Wakil Ketua Umum Badan Tim Nasional (BTN) PSSI. Ia juga dikenal sebagai pendiri sekaligus pemilik klub sepak bola lokal Putra Samarinda (Pusam), serta pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum PB Percasi di tingkat nasional.
Dalam dunia usaha, Harbiansyah tercatat pernah menjadi Ketua Umum Kadin Kaltim dan Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI Kaltim).