Guntur Gelar Penguatan Demokrasi di Sangasanga, Soroti Transparansi Anggaran dan Peran Warga

Guntur Gelar Penguatan Demokrasi di Sangasanga, Soroti Transparansi Anggaran dan Peran Warga

Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur, menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu, 15 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Guntur mengangkat tema transparansi perencanaan dan penganggaran dalam pemerintahan yang demokratis. Ia menilai tema itu relevan untuk diterapkan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Di hadapan peserta, Guntur menekankan bahwa kualitas demokrasi di daerah sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat. Menurutnya, partisipasi publik tidak berhenti pada momentum pemilu, tetapi juga dibutuhkan dalam mengawal kebijakan publik sehari-hari.

“Kalau masyarakat tidak ikut terlibat, kebijakan bisa melenceng dari kebutuhan di lapangan. Karena itu warga harus berani menyampaikan aspirasi dan mengawasi jalannya program pemerintah,” ujarnya.

Guntur menyatakan kebijakan publik yang baik seharusnya lahir dari aspirasi masyarakat, bukan semata keputusan elit. Karena itu, ia memandang forum Penguatan Demokrasi Daerah sebagai ruang penting untuk membangun dialog dua arah antara wakil rakyat dan warga.

Ia menjelaskan, melalui forum tersebut masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan riil, mulai dari infrastruktur, pelayanan dasar, hingga program pemberdayaan ekonomi. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kontrol sosial untuk memastikan anggaran daerah digunakan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

“Demokrasi bukan cuma memilih wakil rakyat lima tahun sekali. Setelah itu harus terus dikawal. Kritik dan masukan dari warga justru membuat pemerintahan lebih sehat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Guntur menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan konstituen, khususnya di wilayah pesisir dan pedesaan seperti Muara Pantauan, agar kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan di DPRD Kaltim.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap kesadaran politik masyarakat meningkat sehingga warga tidak lagi pasif, melainkan aktif terlibat dalam menentukan arah pembangunan daerah.