Sebuah foto yang memperlihatkan ribuan orang disebut menghadiri pemakaman Saif al-Islam Gaddafi beredar luas di media sosial. Unggahan itu disertai narasi bahwa Saif al-Islam, putra mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi, tewas ditembak pada awal pekan dan dimakamkan dengan dihadiri massa.
Narasi tersebut antara lain beredar melalui sejumlah akun Facebook yang membagikan gambar kerumunan besar dalam suasana pemakaman.
Hasil penelusuran menunjukkan, informasi tentang kehadiran ribuan warga dalam pemakaman Saif al-Islam Gaddafi memang benar. Namun, foto yang beredar bukanlah foto asli dari peristiwa tersebut.
Pemeriksaan keaslian gambar dilakukan menggunakan Hive Moderation, sebuah alat yang dapat mendeteksi konten bermuatan kecerdasan buatan. Dari pengecekan itu, foto tersebut terindikasi merupakan gambar generatif AI dengan probabilitas 88,7 persen.
Pemberian label atau penjelasan mengenai konten yang dihasilkan AI dinilai penting untuk menjaga kejernihan informasi, terutama ketika berkaitan dengan peristiwa duka dan situasi sensitif.
Pemakaman Saif al-Islam Gaddafi dilaporkan berlangsung di Bani Walid pada Jumat (6/2/2026). Sementara itu, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, ia disebut tewas ditembak setelah rumahnya dekat Kota Zintan dibobol empat orang tak dikenal pada Selasa (3/2/2026). Investigasi atas kasus tersebut masih berlanjut.
Dengan demikian, foto kerumunan yang diklaim sebagai dokumentasi pemakaman Saif al-Islam Gaddafi di media sosial dipastikan bukan foto asli, melainkan gambar yang dibuat menggunakan teknologi AI.

