Fenomena Pengibaran Bendera One Piece Jelang HUT ke-80 RI Jadi Sorotan, Protes Publik atau Upaya Memecah Belah?

Fenomena Pengibaran Bendera One Piece Jelang HUT ke-80 RI Jadi Sorotan, Protes Publik atau Upaya Memecah Belah?

JAKARTA, KOMPAS.TV — Fenomena pengibaran bendera “One Piece” menjadi sorotan menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Simbol bajak laut dari anime asal Jepang tersebut dinilai oleh sebagian pihak sebagai bentuk protes dan ekspresi ketidakpuasan masyarakat terhadap beragam kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah memandang kemunculan fenomena ini sebagai upaya memecah belah bangsa. Perbedaan penilaian tersebut memunculkan pertanyaan: apakah pengibaran bendera “One Piece” merupakan ekspresi kekecewaan publik, atau justru bermuatan tujuan lain yang berpotensi mengganggu persatuan?

Pembahasan mengenai fenomena ini diangkat dalam program SATU MEJA THE FORUM yang dipandu jurnalis senior Budiman Tanuredjo. Sejumlah narasumber turut hadir, yakni M. Qodari selaku Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Usman Hamid sebagai Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Prof. Komaruddin Hidayat selaku Ketua Dewan Pers, Virdian Aurellio sebagai kreator konten Lawan Buta Politik, serta Firman Subagyo yang menjabat Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR.

Episode bertajuk “ONE PIECE”, Protes Publik atau Motif Politik? dijadwalkan tayang pada Rabu, 6 Agustus 2025 pukul 20.30 WIB di KompasTV.