Grup Perusahaan Listrik Vietnam (EVN) menyampaikan capaian kegiatan pengadaan sepanjang 2025 dalam Konferensi Penawaran 2026 yang baru-baru ini digelar. EVN mencatat telah menyelesaikan lebih dari 21.000 paket penawaran dengan total nilai penawaran yang dimenangkan sebesar VND 131.609 miliar.
Dari proses tersebut, EVN melaporkan penghematan VND 9.734 miliar atau setara 6,9%. Angka ini melampaui target awal penghematan 5%. Selain itu, waktu penawaran rata-rata tercatat 38 hari, tujuh hari lebih cepat dibanding rencana.
Dewan Manajemen Lelang EVN menilai hasil ini didorong oleh perbaikan berkelanjutan pada kerangka kelembagaan dan transformasi digital. Di sisi kelembagaan, EVN pada 2025 menerapkan serangkaian langkah, mulai dari pembaruan peraturan internal, pelatihan mendalam terkait Undang-Undang Lelang yang baru, standardisasi templat dokumen tender, hingga penerapan lelang daring 100% untuk paket yang memenuhi syarat.
Dalam aspek transformasi digital, EVN menyebut implementasi dasbor data yang dikerjakan bersama Bank Dunia memungkinkan pimpinan memantau gambaran menyeluruh dan mengambil keputusan berbasis data waktu nyata. Pemanfaatan penuh Sistem Jaringan Lelang Nasional dan Sistem Informasi Manajemen Lelang EVN juga disebut berkontribusi pada reformasi tata kelola.
Salah satu hasil dari peningkatan prosedur pengadaan, menurut EVN, adalah keberhasilan pemilihan kontraktor EPC (Engineering, Procurement, and Construction) untuk Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Gas Alam Cair (LNG) Quang Trach II. Proyek ini disebut memiliki persyaratan teknis yang kompleks, di tengah perubahan regulasi dan kondisi pasar global yang bergejolak.
EVN menyatakan proyek LNG Quang Trach II diharapkan dapat memasok sekitar 10 miliar kWh per tahun ke jaringan listrik nasional, serta berperan dalam mendukung keamanan energi dan transisi energi hijau sesuai Rencana Pengembangan Energi VIII yang telah direvisi.
Keberhasilan tersebut, menurut EVN, menjadi dorongan untuk melanjutkan proses tender pada sejumlah proyek perluasan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang akan datang, di antaranya Tuyen Quang, Se San, Son La, dan Lai Chau. EVN juga menilai hal ini menegaskan kapasitas perusahaan dalam menjalankan proyek kompleks untuk mendukung keamanan energi nasional dan transisi energi berkelanjutan.
Memasuki 2026, EVN menetapkan berbagai target dalam produksi, bisnis, dan investasi konstruksi. Untuk mendukung pelaksanaan target tersebut, Dewan Manajemen Pengadaan EVN menyusun peta jalan pengembangan pengadaan berbasis empat pilar dan dua inisiatif strategis guna meningkatkan kapasitas manajemen serta mengoptimalkan proses.
Empat pilar yang disebutkan meliputi: investasi pada sumber daya manusia melalui pelatihan mendalam; peningkatan kerangka hukum internal agar adaptif terhadap perubahan regulasi; penguatan tata kelola dan pengawasan untuk memastikan integritas dan transparansi; serta kolaborasi dalam mendorong transformasi digital guna mengoptimalkan proses pengadaan.
Dua inisiatif strategis juga dipaparkan untuk mendorong fase transformasi berikutnya. Inisiatif pertama adalah pengembangan ekosistem pengadaan daring privat EVN-eP yang ditargetkan beroperasi pada September 2026. Sistem ini dirancang untuk menstandarkan seluruh proses pengadaan dalam satu platform melalui integrasi mendalam dengan sistem manajemen internal, sehingga manajemen di seluruh grup lebih sinkron.
Inisiatif kedua adalah sistematisasi penilaian kualitas kontraktor. EVN menyatakan akan membangun sistem evaluasi kualitas pelaksanaan kontrak oleh kontraktor, tidak hanya berfokus pada harga. Hasil penilaian tersebut direncanakan menjadi kriteria utama dalam penawaran berikutnya, dengan tujuan menggeser pendekatan dari memilih penawaran termurah menjadi memilih kontraktor dengan kualitas dan reputasi.
EVN menilai kombinasi transformasi digital dan pembaruan aturan internal pengadaan diharapkan menghasilkan proses tender yang lebih lancar, tersinkronisasi, dan transparan di seluruh unit dalam grup.

