BERITA TERKINI
Enam Prinsip Utama dalam Penerapan Teknologi Artificial Intelligence (AI)

Enam Prinsip Utama dalam Penerapan Teknologi Artificial Intelligence (AI)

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bergerak dengan sangat cepat dan memberikan pengaruh signifikan di berbagai bidang kehidupan, mulai dari perawatan kesehatan, pendidikan, pengendalian iklim, hingga perangkat smartphone. Dengan menggabungkan kecerdasan buatan dan kecerdasan alami manusia, potensi individu dapat dimaksimalkan sehingga memungkinkan pencapaian yang lebih luar biasa.

AI juga menjadi salah satu fokus penting dalam agenda nasional "Making Indonesia 4.0" yang diluncurkan Presiden Joko Widodo. Revolusi Industri 4.0 diharapkan dapat mendorong transformasi cepat dan menyeluruh dalam berbagai sektor. Untuk mendukung implementasi Industri 4.0, terdapat lima teknologi utama yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, robot dan teknologi sensor, serta teknologi pencetakan 3D.

Presiden Joko Widodo menilai implementasi Industri 4.0 sebagai peluang bagi Indonesia untuk masuk ke dalam jajaran sepuluh besar ekonomi dunia pada tahun 2030. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif agar hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata.

AI memiliki potensi besar dalam membantu masyarakat mengatasi berbagai tantangan kompleks. Namun, potensi tersebut hanya dapat dimaksimalkan jika proses pengumpulan, penyatuan, dan pembagian data dilakukan secara luas. Hal ini menimbulkan sejumlah isu etika berkaitan dengan akses universal, keamanan, privasi, dan transparansi. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap teknologi AI perlu dikaji ulang mengingat hubungan yang semakin erat antara manusia dan teknologi ini.

Haris Izmee, President Director Microsoft Indonesia, menyampaikan bahwa untuk memaksimalkan potensi AI, diperlukan landasan kepercayaan yang kuat. Pengguna cenderung enggan menggunakan solusi berbasis AI jika mereka tidak yakin bahwa solusi tersebut memenuhi standar keamanan, privasi, dan keselamatan tertinggi. Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama dalam menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan terkait dan menciptakan sistem AI yang dapat dipercaya oleh masyarakat.

Microsoft meyakini bahwa AI harus transparan, aman, inklusif, serta menjaga perlindungan privasi secara maksimal agar dapat dipercaya. Sebagai panduan dalam pengembangan dan penerapan solusi AI, Microsoft merumuskan enam prinsip utama, yaitu:

  • Privasi dan keamanan: Sistem AI harus mematuhi undang-undang privasi terkait pengumpulan, penggunaan, dan penyimpanan data, serta melindungi informasi pribadi dari penyalahgunaan atau pencurian.
  • Transparansi: Pengguna perlu diberikan informasi yang jelas mengenai cara kerja sistem AI sehingga dapat memahami proses pengambilan keputusan dan mengidentifikasi potensi bias atau kesalahan.
  • Keadilan: Sistem AI harus memberikan rekomendasi yang setara untuk semua individu dengan kondisi atau kualifikasi serupa, serta memahami dan mengantisipasi pengaruh bias dalam sistem.
  • Keandalan: AI harus dirancang agar dapat beroperasi sesuai parameter yang telah ditetapkan dan melewati pengujian ketat untuk merespon dengan aman pada situasi tak terduga. Peran masyarakat penting dalam menentukan kapan dan bagaimana AI digunakan.
  • Inklusivitas: Solusi AI perlu dikembangkan dengan memperhatikan keragaman kebutuhan dan pengalaman manusia agar tidak mengucilkan kelompok tertentu.
  • Akuntabilitas: Para perancang dan pengelola AI harus bertanggung jawab atas kinerja sistem mereka, dengan mematuhi norma akuntabilitas yang diterapkan secara berkelanjutan selama siklus hidup sistem AI.

Haris Izmee menambahkan bahwa keenam prinsip tersebut menjadi panduan dalam desain produk dan layanan AI Microsoft, yang juga diawasi oleh komite penasihat internal untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip tersebut.

Selain itu, Microsoft aktif berkontribusi dalam komunitas AI melalui pembentukan Kemitraan AI yang bertujuan menyusun praktik terbaik, meningkatkan kesadaran, dan membahas dampak AI terhadap individu serta masyarakat.

Berbagai inisiatif ini mencerminkan komitmen untuk memimpin pengembangan AI yang responsif dan bertanggung jawab, sejalan dengan misi Microsoft dalam memberdayakan setiap orang dan organisasi untuk meraih pencapaian lebih besar melalui teknologi.