INDRAMAYU — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Website Perangkat Daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik yang cepat, akurat, dan tepercaya. Kegiatan ini menyasar penguatan peran website pemerintah sebagai sarana komunikasi sekaligus keterbukaan informasi kepada masyarakat di era digital.
Perkembangan teknologi informasi dinilai telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi. Publik kini menuntut akses yang lebih cepat, transparan, dan mudah dijangkau terkait program serta kegiatan pemerintah. Menjawab kebutuhan tersebut, bimtek diikuti para admin website dari seluruh perangkat daerah dan kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, yang membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa website perangkat daerah memiliki peran strategis dalam menyampaikan program pembangunan kepada masyarakat. Menurutnya, optimalisasi website tidak semata memenuhi kewajiban administratif, tetapi merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Optimalisasi website bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk pelayanan publik untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses informasi yang cepat dan tepercaya,” ujar Suwenda.
Ia menambahkan, di era digital pemerintah dituntut lebih adaptif dalam menyampaikan informasi. Website yang aktif dan informatif disebut menjadi salah satu indikator keterbukaan informasi sekaligus wujud transparansi penyelenggaraan pemerintahan.
Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kabupaten Indramayu, Heru Susanto, menekankan perlunya sinergi antarperangkat daerah dalam menyajikan data dan informasi yang akurat. Ia menilai website perangkat daerah bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan instrumen penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan seluruh admin website memiliki pemahaman yang sama dalam menyajikan informasi. Website bukan hanya pajangan, tetapi alat vital untuk transparansi program pemerintah kepada masyarakat,” tegas Heru.
Usai pembukaan dan foto bersama, peserta menerima materi dari dua narasumber. Narasumber pertama, Bambang Purnomo, memaparkan pentingnya tata kelola konten, mulai dari penyajian informasi, penggunaan visual, hingga struktur website yang mudah diakses masyarakat. Ia menilai konten yang informatif perlu didukung tampilan yang menarik dan mudah dipahami agar pesan pemerintah tersampaikan secara efektif.
“Konten yang informatif harus didukung dengan visual dan struktur yang baik agar masyarakat mudah menyerap informasi yang disampaikan. Website perangkat daerah harus tampil modern dan ramah pengguna,” kata Bambang.
Narasumber kedua, Saji Yogi Permana, memberikan pembekalan terkait aspek teknis pengelolaan website, termasuk keamanan sistem dan stabilitas layanan digital. Ia mengingatkan pentingnya pembaruan sistem secara berkala untuk mengantisipasi gangguan teknis maupun ancaman keamanan siber yang berpotensi menghambat layanan informasi publik.
“Keamanan data dan stabilitas akses adalah prioritas utama. Admin harus rajin melakukan pembaruan dan memastikan sistem berjalan optimal agar layanan informasi publik tidak terganggu oleh kendala teknis,” ujarnya.
Selama kegiatan, suasana berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdiskusi mengenai tantangan pengelolaan website di masing-masing perangkat daerah. Panitia juga menggelar kuis interaktif yang memuat pertanyaan seputar pengelolaan website, keamanan data, dan strategi publikasi digital sebagai bagian dari evaluasi pemahaman peserta.
Diskominfo Kabupaten Indramayu menyatakan dokumentasi kegiatan, termasuk materi narasumber dan rekaman jalannya bimtek, diarsipkan secara digital sebagai bahan pembelajaran berkelanjutan bagi para pengelola website perangkat daerah.
Melalui bimtek ini, Diskominfo berharap pengelolaan website pemerintah semakin profesional, informatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut juga diposisikan sebagai langkah penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital yang transparan, akuntabel, dan mendukung peningkatan pelayanan publik di Indramayu.