Dishub Pekalongan Optimistis Target Pendapatan Parkir 2026 Tercapai lewat Pembayaran QRIS

Dishub Pekalongan Optimistis Target Pendapatan Parkir 2026 Tercapai lewat Pembayaran QRIS

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan optimistis target pendapatan sektor parkir pada 2026 dapat tercapai melalui penerapan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Sejumlah pembenahan terus dilakukan, mulai dari penataan lokasi parkir hingga penguatan pengawasan terhadap juru parkir (jukir).

Kepala Dishub Kota Pekalongan, M. Restu Hidayat, menyampaikan bahwa hingga minggu pertama Mei 2026, pendapatan sektor parkir telah mencapai sekitar Rp447 juta. Capaian tersebut berada di kisaran 30 persen dari target tahunan sebesar Rp1,6 miliar.

Restu menjelaskan, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan parkir tahun ini menunjukkan tren lebih baik. Namun, pada Januari dan Februari sempat terjadi perlambatan karena sejumlah faktor, termasuk fokus penataan sistem serta persiapan lokasi parkir baru.

“Kalau dilihat per bulannya sebenarnya tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu, namun di Januari dan Februari memang ada penurunan karena sebelumnya pendapatan sudah digenjot pada akhir tahun. Selain itu, menjelang puasa dan Lebaran kemarin kami juga fokus pada penertiban dan pembenahan sistem parkir,” kata Restu pada Rabu, 20 Mei 2026.

Selain pembenahan internal, Dishub juga tengah menyiapkan proses lelang untuk sejumlah lokasi parkir baru, termasuk kawasan taman parkir strategis di pusat kota. Langkah ini ditujukan untuk memperluas potensi pendapatan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Meski masih ada selisih terhadap target, Dishub menyatakan tetap optimistis dapat mengejar kekurangan setoran hingga akhir tahun. Upaya yang dilakukan antara lain memperkuat koordinasi dengan jukir dan tim pengelola parkir di lapangan.

“Harapannya setelah seluruh persiapan selesai, kita bisa mengejar kekurangan target setoran setiap bulannya. Tim parkir juga sudah bergerak melakukan sosialisasi, imbauan, sampai penagihan setoran rutin,” ujarnya.

Dukungan terhadap transformasi pembayaran nontunai juga disampaikan Pemimpin Bank Jateng Kantor Cabang Pekalongan, Danar Widagdo. Ia menyatakan Bank Jateng siap mendampingi proses migrasi transaksi tunai ke nontunai, khususnya bagi para juru parkir.

Menurut Danar, digitalisasi pembayaran parkir menjadi langkah penting untuk mendukung pengelolaan keuangan daerah yang lebih modern, aman, dan transparan. “Proses transformasi dari tunai ke nontunai ini adalah salah satu langkah besar menjamin keberlangsungan proses keuangan yang ada,” katanya.

Ia berharap penerapan QRIS untuk parkir dapat berjalan lancar, berkembang lebih luas, dan turut mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pekalongan.