Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Jawa Timur, memastikan transparansi informasi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Disdikbud menyatakan siap membuka data riil apabila ada calon wali murid yang mempertanyakan hasil seleksi, termasuk terkait jarak rumah dengan sekolah atau jalur domisili.
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana mengatakan calon wali murid yang merasa keberatan dapat mendatangi posko pengaduan untuk melihat data SPMB secara bersama-sama. Ia menegaskan pihaknya meyakini keakuratan program, namun tetap memberi ruang klarifikasi bila ada pihak yang merasa rumahnya lebih dekat tetapi tidak diterima.
Merujuk laman resmi SPMB Kota Malang di kotamalang.spmb.id, jalur domisili tersedia untuk jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri.
Suwarjana menyampaikan, komitmen transparansi tidak hanya berlaku pada tahun ini, melainkan setiap kali penerimaan murid baru dibuka. Ia juga menyoroti bahwa salah penentuan titik atau radius antara rumah dan sekolah oleh calon wali murid dapat memunculkan persoalan pada hasil akhir seleksi.
Selain transparansi, Disdikbud Kota Malang menyebut pemerataan murid antarsekolah negeri tetap menjadi fokus dalam pelaksanaan SPMB. Pihaknya tidak menginginkan ada sekolah negeri yang mengalami kekurangan murid.
Untuk mengatasi kuota yang belum terpenuhi, sekolah yang masih kekurangan murid dapat menerima calon pelajar dari luar Kota Malang. Meski demikian, setiap sekolah negeri tetap diminta memprioritaskan calon murid dari wilayah setempat. Suwarjana menyebut, jika pagu belum terpenuhi, SD dapat menerima pelajar dari Kabupaten Malang.
Terkait keluhan serupa dari SMP swasta, Suwarjana menyatakan sekolah swasta masih memiliki peluang mendapatkan peserta didik baru. Ia menyebut jumlah lulusan SD tahun ini mencapai 13 ribuan anak, sementara kuota penerimaan SMP negeri sekitar 7 ribuan anak. Dengan selisih tersebut, sebagian lulusan SD akan melanjutkan ke SMP swasta.
Ia menambahkan, upaya menarik minat masyarakat untuk mempercayai lembaga pendidikan swasta kembali menjadi perhatian masing-masing yayasan dalam menyampaikan kualitas dan layanan sekolahnya.