Putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Prabowo, berkunjung ke kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada momen Idulfitri 2025, Senin siang, 31 Maret 2025. Kunjungan tersebut disebut sebagai silaturahmi Lebaran dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Berdasarkan pantauan, Didit tiba sekitar pukul 11.58 WIB dan berada di rumah Megawati kurang lebih 2,5 jam. Saat keluar, Didit tidak memberikan penjelasan mengenai isi pertemuan. Ia hanya tersenyum sebelum masuk ke mobil.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, yang datang bersama Didit, menyebut Didit tampak akrab dengan Ketua DPP PDIP sekaligus putri Megawati, Puan Maharani. “Mas Didit menikmati suasana Lebaran ini,” kata Muzani setelah bertemu Megawati.
Kunjungan Didit ke rumah Megawati memunculkan beragam tanggapan dari elite partai politik, termasuk dari Partai Amanat Nasional (PAN), PDIP, dan Gerindra.
Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pertemuan yang dilakukan Didit dengan tokoh-tokoh bangsa, termasuk Megawati. Menurut Eddy, langkah tersebut meneduhkan dinamika politik pada momentum yang tepat, yakni Lebaran.
“Inisiatif Mas Didit bertemu Bu Mega menunjukkan bahwa, di atas perbedaan dan dinamika politik, pada akhirnya yang menyatukan semua adalah Merah Putih. Momentumnya juga tepat di hari Lebaran untuk meneduhkan dinamika politik sekaligus menjadikan keberagaman sebagai kekuatan,” kata Eddy dalam keterangan di Jakarta, Rabu, seperti dikutip dari Antara.
Eddy juga menyinggung komitmen Prabowo untuk merangkul berbagai komponen bangsa dalam upaya mencapai target pembangunan, khususnya pertumbuhan ekonomi 8 persen. Menurut dia, dukungan terhadap kebijakan pemerintah tidak semata soal koalisi atau oposisi. “Jadi bukan soal koalisi atau oposisi, tetapi bentuk saling mendukung dalam kebijakan pemerintah yang pro rakyat dan on the track untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” ujarnya.
Selain itu, Eddy mengapresiasi Didit yang dinilai dapat diterima oleh berbagai pihak sebagai representasi yang melampaui perbedaan politik. Ia menambahkan, stabilitas politik dan kualitas demokrasi akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Kalau situasi politiknya stabil, demokrasi berkualitas dan pertumbuhan ekonomi terus naik maka pada akhirnya rakyat yang diuntungkan dengan kesejahteraan yang semoga terus meningkat,” ucapnya.
Dari pihak PDIP, Puan Maharani mengatakan Megawati menitipkan salam kepada Prabowo melalui Didit. “Ya, Ibu (menyampaikan) salam ke Pak Prabowo, semoga sehat selalu,” ujar Puan saat ditemui dalam acara gelar griya atau open house yang diselenggarakan Ketua MPR Ahmad Muzani di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu, 2 April 2025.
Puan berharap suasana politik nasional setelah Lebaran dapat semakin baik sehingga agenda pemerintahan berjalan lancar. “Semoga setelah Lebaran suasana semakin membaik dan semua berjalan baik untuk bangsa dan negara,” kata dia.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menyebut Megawati sudah lama mengenal keluarga Prabowo dan sebaliknya Prabowo dekat dengan keluarga besar Megawati. “Sudah sangat kenal lama Ibu Mega dengan keluarga Pak Prabowo,” kata Basarah setelah bertemu Megawati di Jalan Teuku Umar, Senin.
Basarah juga menyampaikan bahwa Didit memiliki hubungan akrab dengan cucu Megawati yang juga putri Puan Maharani, Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau Pinka Haprani. Kedekatan itu, menurut Basarah, menjadi salah satu alasan Didit menyambangi kediaman Megawati pada Lebaran tahun ini. “Saya kira itu bentuk dari silaturahmi antara keluarga Pak Prabowo dengan keluarga Ibu Megawati,” ujarnya.
Basarah menilai kedatangan Didit turut menegaskan hubungan baik Megawati dan Prabowo, serta berharap hubungan tersebut terus terawat. “Mudah-mudahan persahabatan dan persaudaraan antara keluarga pak Prabowo dan keluarga ibu Mega akan terus terjadi selama-lamanya,” ucap Basarah.
Sementara itu, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Didit juga menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo kepada sejumlah mantan presiden, termasuk Megawati. “Tentunya itu silaturahmi dalam rangka Idulfitri dan menyampaikan pesan dari Pak Prabowo,” kata Dasco saat ditemui di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu.
Dasco menjelaskan, penyampaian pesan dilakukan melalui Didit karena Prabowo memiliki agenda yang padat pada waktu yang bersamaan. “Pak Prabowo pada saat bersamaan punya acara sendiri,” kata dia.

