Daftar Hoaks yang Menyasar Badan Gizi Nasional, dari Klaim Jabatan hingga Rekrutmen PPPK

Daftar Hoaks yang Menyasar Badan Gizi Nasional, dari Klaim Jabatan hingga Rekrutmen PPPK

Sejumlah hoaks terkait Badan Gizi Nasional (BGN) marak beredar belakangan ini. Informasi menyesatkan tersebut menyebar melalui media sosial dan aplikasi percakapan, dengan beragam bentuk klaim yang memanfaatkan nama BGN.

Berdasarkan temuan Tim Cek Fakta Liputan6.com, setidaknya ada beberapa narasi hoaks yang ramai beredar, mulai dari isu pengangkatan pejabat, ancaman pidana terkait unggahan menu MBG, hingga tautan pendaftaran rekrutmen PPPK yang diklaim resmi.

Klaim Mbak Lala menjadi Wakil Kepala BGN
Salah satu hoaks yang ditemukan adalah unggahan foto yang mengklaim asisten Raffi Ahmad, Mbak Lala, menjadi Wakil Kepala BGN. Unggahan ini beredar sejak pekan lalu dan salah satunya dibagikan akun Facebook pada 30 Juni 2026.

Dalam postingan tersebut, ditampilkan foto Mbak Lala mengenakan pakaian resmi dengan pin bertuliskan “Wakil Ketua BGN Indonesia”, disertai narasi bernada olok-olok yang menyebut Mbak Lala menjadi Wakil Ketua BGN.

Klaim BGN akan mempidanakan orangtua yang mengunggah menu MBG
Hoaks lain menyebut BGN akan mempidanakan orangtua yang mengunggah menu MBG di media sosial. Klaim ini ditemukan dalam unggahan Facebook pada 28 Februari 2026.

Postingan tersebut menampilkan tangkapan layar yang diklaim berasal dari Kompas.com, dengan narasi: “BGN: Orang tua yang memposting menu MBG di medsos bisa kami pidanakan dengan undang-undang ITE”. Unggahan itu juga menambahkan pernyataan bahwa menu MBG “haram di posting”.

Klaim tautan pendaftaran rekrutmen PPPK BGN 2026 lewat WhatsApp
Tim Cek Fakta Liputan6.com juga mendapati klaim tautan pendaftaran rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) BGN 2026 yang disebarkan melalui WhatsApp. Informasi ini diunggah akun Facebook pada 28 Januari 2026.

Unggahan tersebut menyatakan pemerintah melalui BGN membuka rekrutmen PPPK tahun anggaran 2026 dengan jumlah formasi besar, yakni 32.000 posisi, disertai daftar syarat seperti WNI usia 20–50 tahun, tidak berstatus CPNS/PNS/PPPK aktif, serta sehat jasmani dan rohani. Dalam narasi itu juga disebut pendaftaran gratis dan mengarahkan pembaca untuk “klik tombol WhatsApp”.

Selain itu, unggahan turut menyertakan poster “Lowongan Kerja 2026” yang mencantumkan berbagai posisi, seperti tim masak, kebersihan, keamanan, distribusi, hingga persiapan. Poster tersebut juga memuat klaim kualifikasi “tidak diperlukan ijazah”, rentang gaji Rp3,7 juta–Rp4,7 juta, serta “tidak ada batasan usia”, dan menyertakan tautan WhatsApp sebagai jalur pendaftaran.

Rangkaian hoaks tersebut menunjukkan beragam modus penyebaran informasi palsu yang mengatasnamakan BGN, baik melalui unggahan foto, tangkapan layar, maupun tautan pendaftaran yang disebarkan lewat aplikasi percakapan.