Sebuah video yang diklaim merekam detik-detik letusan Gunung Anak Krakatau pada 3 Juli 2026 beredar di media sosial. Video tersebut disebut direkam dari atas kapal dan disertai imbauan agar para nahkoda, terutama yang melintasi Selat Sunda, lebih berhati-hati.
Narasi itu beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook dan Threads pada Sabtu (4/7/2026). Dalam video, terlihat gambaran letusan besar disertai kobaran api yang disebut keluar dari magma. Di dalam video juga tercantum teks: “Inilah detik-detik terjadinya erupsi anak gunung Krakatau. Aktivitas kapal pun harus dihentikan sementara di mana pun kita berada semoga selalu dalam lindungan Allah.”
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Video yang beredar dipastikan tidak memperlihatkan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penelusuran dilakukan dengan teknik reverse image search. Hasilnya, video itu ditemukan identik dengan pemberitaan Kompas.com yang terbit pada 5 Juli 2026 berjudul “Badan Geologi Sebut Video Erupsi Gunung Anak Krakatau dari Kapal adalah Hoaks”.
Dalam pemberitaan tersebut, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan video yang diklaim menampilkan detik-detik erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan kabar bohong atau hoaks.
Petugas Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, juga menegaskan visual dalam video tidak berkaitan dengan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini. “Video yang beredar itu hoaks atau bukan menggambarkan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini. Aktivitas erupsi yang terjadi sekarang tidak seperti yang terlihat dalam video tersebut,” ujar Andi, sebagaimana pernah diberitakan Kompas.com, Sabtu (4/7/2026).
Andi menambahkan, berdasarkan pemantauan dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, gunung tersebut terakhir mengalami erupsi pada Jumat (3/7/2026) pukul 15.00 WIB.