Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim menampilkan testimoni seorang warga yang menerima dana bantuan Direct Aid Program (DAP) dari Pemerintah Australia. Dalam sejumlah narasi unggahan, bantuan itu disebut diterima melalui Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Jacklevyn Frits Manuputty.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan video tersebut merupakan konten manipulasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Video itu diunggah oleh beberapa akun Facebook. Dalam tayangan tersebut, terlihat seorang pria berada di dalam gereja dan menyampaikan bahwa ia telah menerima dana bantuan DAP melalui Jacklevyn Frits Manuputty. Unggahan itu juga menyertakan ajakan bagi masyarakat yang ingin memperoleh bantuan agar menghubungi akun Facebook tertentu.
Berdasarkan penelusuran, video tersebut memanipulasi unggahan foto seorang pengguna Facebook bernama @PutraBiri. Unggahan asli memperlihatkan momen ketika pemilik akun berfoto di Gereja Basilika Hati Kudus, Brussel, Belgia, tanpa keterangan apa pun terkait bantuan DAP Australia.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian memeriksa video tersebut menggunakan perangkat Hive Moderation, yang dapat mendeteksi apakah suatu konten dihasilkan oleh AI. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara pria dalam video memiliki probabilitas 99 persen dibuat oleh kecerdasan buatan.
Selain itu, hingga kini tidak ditemukan informasi valid yang menyatakan Jacklevyn Frits Manuputty menyalurkan dana bantuan DAP dari Pemerintah Australia. Kompas.com juga mencatat sebelumnya pernah beredar video manipulasi AI lain yang dikaitkan dengan bantuan DAP Australia.
Dengan demikian, klaim bahwa video tersebut merupakan testimoni penerima bantuan DAP Australia dinyatakan tidak benar. Video itu terdeteksi sebagai hasil manipulasi AI dan menggunakan materi dari unggahan foto yang tidak berkaitan dengan bantuan tersebut.