Sebuah video yang menampilkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah menjanjikan bantuan dana Rp 50 juta beredar di Facebook. Dalam unggahan tersebut, Purbaya juga disebut meminta pengguna Facebook menghubungi nomor WhatsApp yang dicantumkan untuk mendapatkan bantuan.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan video itu tidak benar atau hoaks. Video yang beredar merupakan hasil manipulasi berbasis artificial intelligence (AI).
Video dengan narasi “SIAPA YANG BELUM PERNAH DAPAT BANTUAN DARI SAYA (50) SILAHKAN BILANG (AMIN)” dibagikan oleh sejumlah akun Facebook pada Februari 2026.
Berdasarkan penelusuran, sumber video tersebut berasal dari kanal YouTube iNews yang diunggah pada 8 September 2025. Dalam video aslinya, Purbaya menanggapi tuntutan 17+8 yang disuarakan kelompok masyarakat sipil dalam gelombang protes pada Agustus 2025.
Di video asli, Purbaya menyampaikan belum sempat mempelajari secara rinci tuntutan tersebut. Ia juga berpendapat tuntutan itu kemungkinan hanya mewakili sebagian kecil masyarakat. Tidak ada pernyataan mengenai pembagian bantuan dana Rp 50 juta, sehingga klaim dalam video yang beredar mengindikasikan adanya manipulasi.
Untuk memeriksa keaslian konten, Kompas.com melakukan pengecekan menggunakan Hive Moderation, alat yang dapat mendeteksi campur tangan AI pada sebuah konten. Hasilnya menunjukkan video tersebut memiliki probabilitas 99,8 persen dibuat dengan AI.
Manipulasi dilakukan dengan mengganti suara asli Purbaya menggunakan suara tiruan yang dihasilkan oleh AI generatif.
Dengan demikian, video yang mengklaim Menkeu Purbaya membagikan bantuan dana Rp 50 juta di Facebook dipastikan hoaks.

