Cek Fakta: Video Ibu Rumah Tangga Terima Rp 1 Miliar dari Bantuan DAP Australia Ternyata Rekayasa AI

Cek Fakta: Video Ibu Rumah Tangga Terima Rp 1 Miliar dari Bantuan DAP Australia Ternyata Rekayasa AI

Sebuah video yang beredar di Facebook mengklaim menampilkan seorang ibu rumah tangga menerima dana bantuan DAP Australia sebesar Rp 1 miliar. Dalam narasi yang menyertai unggahan, bantuan itu disebut disalurkan melalui seorang pendeta bernama Norman Ambarita dan dikaitkan dengan program bantuan untuk umat Kristen di Indonesia dan Malaysia pada 2026.

Video tersebut menampilkan cuplikan program berita televisi yang seolah-olah memberitakan seorang perempuan bernama Karolina dari Surabaya, Jawa Timur, sebagai penerima bantuan. Dalam klaim yang beredar, Karolina disebut menggunakan dana itu untuk membuka grosir beras dan menyumbang pembangunan tempat ibadah.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Video yang beredar diketahui merupakan hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan penelusuran menggunakan teknik reverse image search, ditemukan bahwa video itu identik dengan unggahan di YouTube pada 17 April 2023. Dalam versi aslinya, siaran berita tersebut tidak membahas penerimaan dana bantuan DAP Australia, melainkan membahas cerita mudik warganet pada momen Lebaran 2023.

Karena terdapat ketidaksesuaian konteks, keaslian video kemudian diperiksa menggunakan layanan pendeteksi konten berbasis AI. Hasil pemeriksaan Hive Moderation menunjukkan suara dalam video terdeteksi sebagai buatan AI dengan probabilitas 99,1 persen. Sementara itu, TruthScan mendeteksi audio sebagai AI generatif dengan probabilitas 86 persen.

Tim Cek Fakta juga menelusuri tautan yang dicantumkan dalam unggahan. Tautan tersebut diketahui mengarah ke fitur Facebook Messenger.

Modus semacam ini perlu diwaspadai. Pengguna media sosial diimbau tidak mudah percaya dan tidak memberikan data apa pun, karena berisiko disalahgunakan untuk tindak kejahatan digital.

Dengan demikian, video yang diklaim menampilkan seorang perempuan menerima Rp 1 miliar dari bantuan DAP Australia merupakan rekayasa AI yang memanipulasi siaran berita televisi dari April 2023.