Cek Fakta: Klaim Tautan Pendaftaran Bantuan Dana DAP Australia untuk Umat Kristen dan Pembangunan Gereja Tidak Benar

Cek Fakta: Klaim Tautan Pendaftaran Bantuan Dana DAP Australia untuk Umat Kristen dan Pembangunan Gereja Tidak Benar

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah unggahan di Facebook pada 12 Maret 2026 memuat klaim adanya tautan pendaftaran bantuan dana DAP dari Australia untuk umat Kristen dan pembangunan gereja. Unggahan tersebut juga menyebut bantuan dana ditujukan untuk masyarakat nonmuslim dan muslim dengan nominal Rp150 juta hingga Rp2 miliar sampai semester II 2026.

Dalam narasi unggahan, bantuan disebut bertujuan menunjang operasional masyarakat nonmuslim dan gereja, termasuk pengembangan serta manajemen administrasi operasional di berbagai wilayah. Klaim itu juga menyatakan bantuan disalurkan kepada umat nonmuslim dan tempat ibadah seperti gereja, tapekong, dan pura di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil, serta dikaitkan dengan kebijakan strategis pemerintah dalam mendukung kebebasan beragama.

Unggahan tersebut menyertakan video berupa cuplikan wawancara seorang presenter dengan seorang pendeta. Dalam video, pendeta menyebut bantuan dana DAP Australia dikelola resmi oleh Bimas Kristen untuk pembangunan gereja dan pelayanan umat, serta mengajak masyarakat dan pengurus gereja memanfaatkan program tersebut. Pada unggahan itu juga terlihat logo Liputan6 dan terdapat tautan dengan menu untuk mengirim pesan.

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim mengenai tautan pendaftaran bantuan dana DAP dari Australia untuk umat Kristen dan pembangunan gereja dinyatakan tidak benar.