Bupati Lombok Timur Evaluasi LPJ Perumda Aego Selaparang, Minta Perbaikan Tata Kelola dan Perluasan Usaha

Bupati Lombok Timur Evaluasi LPJ Perumda Aego Selaparang, Minta Perbaikan Tata Kelola dan Perluasan Usaha

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengevaluasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Perumda Aego Selaparang dan meminta perbaikan tata kelola serta ekspansi usaha untuk mendorong perekonomian daerah. Evaluasi itu disampaikan dalam rapat bersama jajaran perusahaan daerah.

Dalam rapat tersebut, bupati menyoroti masih adanya utang masyarakat di lapangan. Ia menegaskan utang milik warga miskin ekstrem harus dihapuskan. “Kalau hutang itu berada di orang miskin, halalkan saja. Tapi jangan coret orang yang mampu dan mau membayar,” ujarnya. Untuk menindaklanjuti persoalan piutang, bupati juga menekankan perlunya pembentukan tim khusus penagihan.

Bupati meminta manajemen perusahaan bekerja lebih transparan dan profesional. Ia mencontohkan pengelolaan kolam yang selama ini tidak disewakan. Menurutnya, pengelolaan secara mandiri dinilai lebih menguntungkan dibanding disewakan, karena pihak penyewa cenderung sudah memperhitungkan potensi keuntungan besar.

Untuk pengembangan usaha, Perumda Aego Selaparang didorong menjalin kemitraan dengan PT Wonokoyo. Pola kemitraan yang dirancang berupa suplai bahan baku jagung dari Lombok Timur, yang kemudian dikembalikan dalam bentuk bibit ayam, pakan ternak, dan pakan ikan. Skema ini dinilai lebih efisien karena daerah tersebut belum memiliki pabrik pakan yang memadai.

Di sektor air minum dalam kemasan, bupati menilai kapasitas perusahaan belum mencukupi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari 253 titik MBG, pasokan galon dan sumber daya manusia disebut masih kurang. Ia berencana menambah mesin serta memanfaatkan sumber mata air yang ada untuk meningkatkan produksi.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga menyatakan akan membangun fasilitas penunjang senilai Rp1,5 miliar, berupa greenhouse untuk sayur dan buah bernilai ekonomis tinggi, serta kandang ayam bibit lengkap dengan pakan dan obat. Fasilitas tersebut ditargetkan menjadi percontohan bagi petani dalam menghadapi musim ekstrem sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas.

Bupati menargetkan Perumda Aego Selaparang mampu menyerap 250 tenaga kerja dan berkontribusi terhadap pengurangan pengangguran. Ia mengingatkan pentingnya menjaga citra perusahaan, memastikan usaha tetap berjalan, serta melakukan efisiensi biaya operasional.

Dalam rapat LPJ Tahun Buku 2025 yang digelar di Selong, Rabu (20/5/2026), perusahaan yang juga disebut sebagai PD Agro Selaparang melaporkan pertumbuhan laba bersih 34,58% menjadi Rp214.485.855 dibanding 2024. Direktur Utama Sabar menyampaikan kinerja itu ditopang pendapatan kotor Rp2,09 miliar dan total aset yang tumbuh 25% menjadi Rp14,26 miliar. Dari keuntungan tersebut, perusahaan menyetor dividen ke Pemda Lombok Timur sebesar Rp117,97 juta.

Sepanjang 2025, perusahaan melaporkan 12 langkah pembenahan internal, antara lain peremajaan armada, revitalisasi pabrik es balok, renovasi gudang garam sesuai standar BPOM dan SNI, pemasangan CCTV, digitalisasi pelaporan, serta pelunasan tunggakan pajak Rp600 juta dan BPJS Ketenagakerjaan Rp18,8 juta.

Perusahaan juga mengambil peluang dari program MBG dengan menyuplai beras kemasan, air minum galon, dan ikan nila untuk 22 dari 200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok Timur. Untuk air galon, suplai tercatat 3.260 galon dan 840 dus AMDK per bulan, ditambah 6.200 dus untuk 37 pelanggan umum. Sementara suplai ikan nila disebut mencapai 6 ton per minggu dari kolam yang dikelola mandiri.

Ketua Dewan Pengawas H. Muh. Cianto mengapresiasi tren kenaikan laba, namun mengingatkan pentingnya manajemen risiko, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan efisiensi biaya. Bupati pun mendorong sinergi PD Energi Selaparang dan PD Agro Selaparang agar produksi serta pemasaran dapat terintegrasi.