Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) dari Dadan Hindayana kepada Nanik S. Deyang mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan peneliti kebijakan publik. Direktur Kebijakan Pembangunan Manusia, Kependudukan, dan Kebudayaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Rudi Arifiyanto menilai Nanik memiliki kapasitas yang dibutuhkan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas lembaga.
Rudi mengatakan tantangan yang dihadapi BGN saat ini tidak hanya terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga menyangkut upaya membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap program strategis pemerintah tersebut.
“BGN membutuhkan figur yang mampu menjembatani komunikasi antara lembaga, masyarakat, dan berbagai pihak yang melakukan pengawasan. Dalam konteks itu, saya melihat Ibu Nanik memiliki kompetensi yang kuat,” kata Rudi dalam keterangannya, Rabu (03/06).
Ia menilai pengalaman Nanik di bidang komunikasi publik dan investigasi dapat menjadi modal penting untuk menghadirkan tata kelola yang lebih terbuka. Menurutnya, kemampuan tersebut diharapkan membantu meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada publik sekaligus memperkuat mekanisme pengawasan yang konstruktif.
Rudi menekankan transparansi sebagai faktor penting untuk memastikan keberhasilan program nasional yang cakupannya luas seperti MBG. Keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik, lanjutnya, dapat mengurangi potensi kesalahpahaman serta memperkuat dukungan masyarakat terhadap program tersebut.
“Ibu Nanik dipandang mampu membangun jembatan transparansi yang lebih baik antara BGN dengan masyarakat maupun lembaga pengawas. Ini penting agar setiap kebijakan dan pelaksanaan program dapat dipahami secara utuh oleh publik,” ujarnya.
Selain itu, Rudi menilai pergantian kepemimpinan di BGN dapat membawa atmosfer perbaikan yang mendorong penguatan sistem internal lembaga. Ia meyakini perbaikan tata kelola tersebut akan berdampak positif terhadap efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.
Menurutnya, ketika sistem internal berjalan lebih terintegrasi dan komunikasi publik semakin kuat, pelaksanaan program tidak hanya berpeluang lebih tepat sasaran, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Harapannya, kepemimpinan baru ini dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan program-program BGN berjalan secara efektif, transparan, dan akuntabel,” pungkas Rudi.