BPDP Gelar Monitoring dan Evaluasi Lomba Riset Sawit 2025-2026 di Yogyakarta, Diikuti 40 Kelompok dari 32 Kampus

BPDP Gelar Monitoring dan Evaluasi Lomba Riset Sawit 2025-2026 di Yogyakarta, Diikuti 40 Kelompok dari 32 Kampus

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan riset dan inovasi yang tengah dikerjakan mahasiswa terkait industri kelapa sawit.

Dalam tahap monev ini, sebanyak 40 kelompok peneliti dari 32 perguruan tinggi menjalani pengawasan agar pelaksanaan riset lapangan tetap selaras dengan proposal awal yang telah disetujui. BPDP menyebut kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk memperoleh koreksi teknis dari tim penilai, sehingga target penelitian dapat tercapai sesuai linimasa tanpa keluar dari kaidah ilmiah.

Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Agus Haryono, MSc., turut hadir dan memaparkan strategi penguatan sumber daya manusia melalui integrasi ekosistem penelitian nasional. Dalam paparan bertajuk “Arah dan Kebijakan Pemerintah dalam Mendorong Pengembangan SDM dan Inovasi melalui Peningkatan Kualitas Riset”, Agus menekankan pentingnya talenta yang memiliki soft skill, hard skill, serta karakter tangguh untuk memanfaatkan masa muda secara produktif.

Langkah penguatan talenta ini disebut sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional, yang bertujuan meningkatkan rasio sumber daya manusia unggul menuju 2045.

BPDP melalui Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir, Mohammad Alfansyah, menegaskan hasil riset mahasiswa diharapkan memberikan solusi nyata bagi peningkatan efisiensi dan produktivitas sektor perkebunan kelapa sawit. Ia juga menyampaikan riset mahasiswa dinilai penting untuk menyediakan data valid yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk untuk menghadirkan informasi berimbang terkait isu global yang memengaruhi industri kelapa sawit di pasar internasional.

Riset yang didanai mencakup sejumlah bidang strategis, yakni budidaya dan manajemen lahan, pasca panen dan pengolahan, bioenergi dan biomaterial, lingkungan dan sosial ekonomi, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Selain dukungan dari BPDP, pemerintah juga menyediakan berbagai skema pendanaan melalui BRIN bagi peneliti muda, antara lain program magang riset tugas akhir, Degree by Research, hingga beasiswa doktoral, sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan global Indonesia.

Total 40 kelompok riset berasal dari berbagai institusi, termasuk Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mengirimkan empat kelompok, serta universitas negeri dan swasta dari wilayah Sumatera hingga Sulawesi. Sesuai ketentuan, penelitian mahasiswa berlangsung maksimal satu tahun dengan target menghasilkan teknologi tepat guna, produk turunan baru, serta kajian strategis untuk mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

Monev di Yogyakarta ini juga disebut menjadi kesempatan terakhir bagi peserta untuk berkonsultasi langsung terkait kendala teknis sebelum memasuki tahap finalisasi laporan riset dan presentasi hasil akhir.