Banjir parah yang melanda Denpasar, Bali, dinilai bukan semata-mata musibah alam. Pengamat Iwan Dewantama menilai peristiwa tersebut berkaitan erat dengan persoalan tata ruang yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut Iwan, sejumlah faktor yang disebut berkontribusi terhadap banjir adalah kerusakan hutan, eksploitasi air tanah, serta kebijakan perizinan investasi yang dinilai longgar. Ia menilai kondisi-kondisi tersebut memperburuk daya dukung lingkungan dan meningkatkan kerentanan wilayah terhadap banjir.
Ia menekankan bahwa penanganan banjir perlu melihat akar persoalan secara menyeluruh, termasuk evaluasi tata ruang dan pengelolaan lingkungan, agar kejadian serupa tidak berulang.

