Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria menegaskan komitmen lembaganya untuk menjaga tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel setelah kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025.
“WTP ini bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana kita terus menjaga tata kelola yang baik, bekerja secara transparan dan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan sebaik mungkin,” ujar Dony dalam keterangannya yang dikonfirmasi dari Kepulauan Tanimbar, Maluku, Rabu.
Menurut Dony, capaian tersebut menandai keberhasilan BP BUMN mempertahankan opini WTP selama 19 tahun berturut-turut sejak 2007. Ia juga menyebutkan konsistensi pengelolaan anggaran tercermin dari tingkat realisasi yang berada di atas 96 persen dalam lima tahun terakhir.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI terkait penyampaian Laporan Keuangan BP BUMN Tahun Anggaran 2025, Dony menyampaikan bahwa opini WTP yang dipertahankan selama 19 tahun berturut-turut merupakan hasil komitmen seluruh jajaran dalam menerapkan prinsip tata kelola yang baik serta memperkuat sistem pengendalian internal.
Dony menilai capaian tersebut menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil. Ke depan, BP BUMN menyatakan akan terus memperkuat tata kelola, akuntabilitas, dan transparansi dalam pelaksanaan setiap program.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan program strategis pemerintah dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan perekonomian nasional.