JAKARTA—Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia pada periode Kamis (22/1) hingga Jumat (23/1) pukul 07.00 WIB. Peristiwa yang dilaporkan didominasi banjir, disertai kejadian cuaca ekstrem di Jawa Tengah.
Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, banjir bandang terjadi di Kabupaten Sumbawa setelah hujan berintensitas tinggi pada 15–19 Januari. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Plampang, Empang, Tarano, dan Buer. BNPB mencatat 162 unit rumah mengalami kerusakan serta satu unit fasilitas pendidikan terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan penanganan darurat. Per Kamis (22/1), air dilaporkan mulai surut dan tim gabungan bersama warga bergotong royong membersihkan sisa material banjir.
Masih di Nusa Tenggara Barat, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bima pada Kamis (22/1) pukul 06.00 WITA. Sebanyak 54 unit rumah terdampak di Desa Labuan Kenanga, Kecamatan Tambora. Koordinasi lanjutan dilakukan dengan dinas terkait untuk penanganan, sementara pantauan di lapangan menyebutkan banjir berangsur surut.
Di Kabupaten Lombok Barat, banjir menggenangi Dusun Presak, Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, pada Kamis (22/1). Hujan intensitas tinggi memicu luapan sungai di belakang permukiman. BNPB melaporkan sedikitnya 67 rumah terdampak. BPBD bersama tim gabungan melakukan kaji cepat dan penanganan di lokasi.
Di Provinsi Banten, banjir terjadi di Kabupaten Tangerang pada Senin (19/1), berdampak pada Desa Kosambi di Kecamatan Kosambi serta Desa Cikande di Kecamatan Jayanti. Dalam kejadian ini dilaporkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan. Sebanyak 239 unit rumah terdampak. Untuk percepatan penanganan, Gubernur Banten menetapkan status tanggap darurat selama 90 hari, terhitung 19 Desember 2025 hingga 19 Maret 2026.
Banjir juga menggenangi wilayah Kota Tangerang akibat hujan berintensitas tinggi dengan durasi lama. Delapan kecamatan terdampak, yakni Benda, Cibodas, Jatiuwung, Priuk, Karang Tengah, Pinang, Larangan, dan Cipondoh. Sedikitnya 21 jiwa mengungsi di Pos Damkar Benda, sedangkan jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan. Per Kamis (22/1), debit air kali atau sungai dilaporkan masih mengalami kenaikan dan BPBD bersama perangkat daerah terkait melakukan penanganan darurat.
Selain banjir, cuaca ekstrem dilaporkan terjadi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa (20/1) sekitar pukul 13.20 WIB. Dampak tercatat di Kecamatan Teras dan Kecamatan Mojosongo, dengan kerusakan berupa dua unit rumah rusak sedang dan delapan unit rumah rusak ringan. BPBD melakukan penanganan darurat, termasuk pembersihan pohon tumbang dan normalisasi akses jalan.
Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk menjaga kesiapsiagaan dan kewaspadaan, terutama terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta memantau ketinggian air secara berkala. Jika hujan berintensitas tinggi terjadi dalam durasi lama, masyarakat disarankan melakukan evakuasi mandiri, mengetahui jalur evakuasi, serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.

