Quarter life crisis adalah perasaan yang muncul ketika seseorang mulai mempertanyakan arah dan tujuan hidupnya. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan fase memasuki usia dewasa, umumnya pada rentang 19–25 tahun. Dalam periode ini, seseorang bisa merasa tidak berdaya, kehilangan arah, ragu, hingga takut. Meski mengganggu, pengalaman tersebut disebut sebagai bagian yang normal dari proses pendewasaan.
Orang yang mengalami quarter life crisis biasanya berusaha mencari tahu siapa dirinya dan bingung menentukan langkah yang tepat. Pertanyaan yang sering muncul berkaitan dengan identitas diri dan pilihan karier. Proses berpikir yang terus-menerus ini dapat memicu kelelahan, terutama ketika belum menemukan jawaban yang dirasa sesuai.
Lalu, apakah quarter life crisis lebih rentan terjadi pada perempuan? Mengacu pada jurnal dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat berjudul “Quarter Life Crisis: Choose The Right Path, What Should I Do Next?”, perempuan disebut lebih rentan mengalami kondisi ini. Alasannya, perempuan kerap menghadapi banyak tuntutan dan peran dalam waktu bersamaan, seperti menikah, merawat anak, dan bekerja.
Quarter life crisis juga kerap dipandang sebagai momen untuk mencari makna kedewasaan. Jurnal di Frontiers in Psychology menyebut sejumlah pengalaman yang dapat dirasakan seseorang pada fase ini, antara lain munculnya ambiguitas tentang arti kedewasaan, periode eksplorasi diri dan dunia secara aktif, ketidakstabilan dalam peran dan hubungan, perubahan fokus untuk berinvestasi pada masa depan, serta fase fokus dan optimisme terhadap masa depan.
Seiring waktu, seseorang dapat mempelajari banyak hal tentang kehidupan dan dirinya sendiri, yang pada akhirnya membentuk kedewasaan. Namun, jika kondisi ini berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas, bantuan profesional disarankan agar masalah tidak berlarut-larut.
Dalam fase quarter life crisis, seseorang juga kerap mempertanyakan keputusan yang dibuat, baik dalam ranah pribadi maupun profesional. Dampaknya bisa terlihat dari kesulitan mengambil keputusan yang jelas untuk diri sendiri.
Beberapa tanda yang dikaitkan dengan quarter life crisis meliputi munculnya keraguan, perasaan kehilangan, menurunnya minat, FOMO (fear of missing out), kecemasan, depresi, sering mempertanyakan tujuan hidup, serta merasa terputus dari orang lain.
Jika mengalami sejumlah tanda tersebut, beristirahat sejenak dapat menjadi langkah awal. Namun ketika gejala sudah memengaruhi produktivitas dan aspek kehidupan lainnya, pemeriksaan atau konsultasi dengan ahli dianjurkan untuk membantu pemulihan dan mengembalikan aktivitas normal.