BEM FST UNAIR Gelar Talkshow Nasional Bahas Krisis Kepercayaan Publik terhadap Negara

BEM FST UNAIR Gelar Talkshow Nasional Bahas Krisis Kepercayaan Publik terhadap Negara

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Talkshow Nasional bertajuk “Krisis Kepercayaan: Kisah Negara Tak Dipercaya oleh Rakyatnya” secara daring melalui Zoom Meeting pada 6 November 2022. Kegiatan ini menyoroti pentingnya peran mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian serta sikap kritis terhadap peristiwa di sekitarnya.

Talkshow tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Fahrul Muzzaqi S.IP., M.IP. (dosen Departemen Ilmu Politik), Muamar Khadafi (Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Politik Indonesia), dan Reza Nizar Maulana (Menteri PSDM BEM Universitas Airlangga).

Hukum dan standar demokrasi

Dalam pemaparannya, Muamar Khadafi menjelaskan bahwa hukum hadir sebagai mekanisme sentral untuk memastikan partisipasi rakyat dalam penyelenggaraan negara berjalan sesuai standar demokrasi. Ia menekankan konsep demokrasi yang berangkat dari prinsip “dari rakyat untuk rakyat”.

Namun, menurut Muamar, sejumlah peristiwa belakangan menunjukkan kecenderungan bergesernya standar tersebut karena praktik yang lebih mengacu pada instrumen dominasi politik. Kondisi itu, kata dia, dapat memicu penyalahgunaan kekuasaan politik, termasuk munculnya tindakan represif yang pada akhirnya “menghukum” masyarakat.

Contoh tindakan represif dan isu HAM

Muamar mencontohkan peristiwa Kanjuruhan sebagai salah satu bentuk tindakan represif yang “menghukum”, dengan menyoroti tindakan aparat yang menyemprotkan gas air mata meski hal tersebut telah dilarang keras. Ia menilai aparat tidak semestinya melakukan tindakan represif yang menghukum untuk mengatur masyarakat.

Menurutnya, pendekatan yang seharusnya ditempuh adalah tindakan yang mendisiplinkan tanpa melanggar hak asasi manusia (HAM) masyarakat.

Krisis legitimasi dan kemunduran demokrasi

Sementara itu, Fahrul Muzzaqi mengangkat isu krisis legitimasi di tengah masyarakat. Ia mengajak peserta untuk merefleksikan situasi yang terjadi saat ini, yang menurutnya tidak hanya berkaitan dengan kasus-kasus yang menimpa institusi politik, tetapi juga krisis yang terjadi secara global.

Fahrul menyebut krisis legitimasi tidak hanya terjadi di Indonesia. Ia menilai banyak negara mengalami democratic decline atau kemunduran demokrasi. Dalam konteks Indonesia, ia menyampaikan adanya situasi kekhawatiran yang memunculkan kegelisahan mengenai apakah Indonesia masih berada dalam konsep demokrasi atau tidak.

Ia menilai sejumlah peristiwa belakangan menunjukkan Indonesia telah keluar dari konsep demokrasi, salah satunya terlihat dari adanya tindakan rasisme dan diskriminasi.

Peran mahasiswa

Di akhir diskusi, Reza Nizar Maulana menyampaikan pandangannya sebagai perwakilan mahasiswa. Ia menekankan pentingnya mahasiswa menanamkan nilai pemahaman politik dan sikap kritis agar dapat diterapkan dalam kehidupan di dalam maupun di luar kampus.

  • Mahasiswa didorong untuk tidak hanya berorientasi pada akademik.
  • Pemahaman politik dinilai perlu untuk memperkuat sikap kritis.
  • Nilai tersebut diharapkan dapat diaplikasikan dalam aktivitas kampus dan sosial.