SINGARAJA – Badan Amil Zakat Nasional (BASNAS) Buleleng menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Upaya tersebut disebut dilakukan melalui sistem pengawasan yang ketat berbasis regulasi dan standar keuangan.
Auditor BASNAS, Muhammad Toha, menyampaikan hal itu dalam Dialog Khusus Ramadhan Pro 1 RRI Singaraja, Minggu, 15 Maret 2026. Menurutnya, BASNAS harus menjalankan peran sebagai lembaga yang kredibel dengan memastikan kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan regulasi.
“BASNAS harus berperan sebagai lembaga yang kredibel dan akuntabel, dengan menjaga aman syariah dan aman regulasi,” ujar Toha.
Toha menambahkan, audit pengelolaan dana dilakukan secara rutin oleh berbagai pihak untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan. “Audit keuangan kami dilakukan secara rutin, baik dari Kementerian Agama maupun akuntan publik,” katanya.
Selain audit, BASNAS juga menerapkan sistem informasi manajemen yang terintegrasi secara nasional. Melalui sistem tersebut, laporan keuangan dapat dipantau secara real time.
Dengan mekanisme pengawasan dan sistem pelaporan tersebut, BASNAS berharap kepercayaan masyarakat dapat meningkat sehingga penyaluran zakat berjalan lebih optimal.

