Bantuan Papan Interaktif Pintar Disebut Disalurkan Langsung ke Sekolah Tanpa Pemotongan

Bantuan Papan Interaktif Pintar Disebut Disalurkan Langsung ke Sekolah Tanpa Pemotongan

Program revitalisasi sarana sekolah melalui bantuan Papan Interaktif Pintar atau Interactive Flat Panel (IFP) disebut mulai mendorong perubahan dalam tata kelola penyaluran bantuan pendidikan. Sejumlah pihak sekolah menilai mekanisme distribusi saat ini lebih langsung ke sekolah dan dinilai mengurangi proses administrasi berlapis yang selama ini kerap dikeluhkan.

Kepala SMAN 1 Cibitung, Dr. Een Suhaenah, menyampaikan bahwa bantuan perangkat tersebut diterima sekolah tanpa melalui rantai administrasi yang panjang. Ia menyebut bantuan “langsung tiba di sekolah tanpa ada proses rantai administrasi yang berbelit-belit.”

Di SMAN 1 Cibitung, perangkat IFP juga dimanfaatkan sebagai media informasi digital. Pengumuman sekolah, sosialisasi program, hingga informasi prestasi siswa ditampilkan melalui layar, sejalan dengan upaya mengurangi penggunaan spanduk dan banner fisik.

Sementara itu, Kepala SMAN 82 Jakarta, Dr. Istiqomah, menjelaskan penggunaan IFP tidak hanya untuk presentasi pembelajaran. Menurutnya, perangkat tersebut membantu percepatan digitalisasi pembelajaran melalui interaksi layar sentuh dan dukungan multimedia, menjadi sarana konferensi video untuk peserta dalam jumlah besar, serta memudahkan koordinasi kegiatan eksternal seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), O2SN, dan FLS3N.

Penyaluran bantuan ini juga disebut menjangkau wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Di Kepulauan Anambas, Lime, S.Pd., guru SDN 03 Mengkait, mengisahkan antusiasme siswa ketika perangkat teknologi pembelajaran tersedia di sekolah mereka. Ia menilai kehadiran IFP membuat pengalaman belajar lebih setara dengan sekolah di wilayah perkotaan.

Dari Papua, Kepala SMP Negeri Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Yusup Kala Bunga, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya. Ia menyoroti tantangan geografis di wilayah tersebut dan menilai penyaluran bantuan yang sampai ke sekolah tanpa hambatan berarti sebagai hal penting.

Penulis naskah opini dalam laporan ini, Dr. Ahmad Budidarma, menilai pola pengiriman bantuan langsung ke sekolah tanpa pemotongan sebagai langkah yang perlu dipertahankan. Ia mengaitkan program tersebut dengan visi melengkapi ruang kelas dengan Papan Interaktif Pintar, serta menekankan pentingnya transparansi agar anggaran sampai ke sasaran.

Program bantuan IFP dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis teknologi dan memperluas akses, termasuk di daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Sejumlah pihak berharap pola distribusi yang dinilai lebih transparan dapat diteruskan dan diperluas cakupannya.