Analis UNJ: Jokowi Perlu Terbuka soal Polemik Ijazah, Publik Berhak Tahu

Analis UNJ: Jokowi Perlu Terbuka soal Polemik Ijazah, Publik Berhak Tahu

Polemik mengenai keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut kian berlarut. Isu tersebut telah bergulir selama dua tahun, namun dinilai belum memberikan kepastian yang jelas bagi publik.

Perkembangan terbaru menyebutkan salinan ijazah Jokowi tidak tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Sementara itu, salinan ijazah Jokowi yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) disebut sama dengan ijazah yang beredar di media sosial.

Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menilai Jokowi semestinya menyampaikan penjelasan secara jujur mengenai status ijazah tersebut. Menurutnya, publik berhak mengetahui kebenaran terkait dokumen itu.

“Semestinya soal ijazah ini, Jokowi cukup jujur saja. Apa betul ijazah asli atau tidak. Publik berhak mengetahui kebenaran ijazah tersebut,” ujar Ubedilah Badrun dalam Podcast To The Point Aja di YouTube Sindonews, dikutip Selasa (21/10/2025).

Ubedilah menilai, situasi ini turut menjelaskan mengapa Roy Suryo bersama pihak lain seperti dokter Tifa dan Rismon Sianipar terus mendalami persoalan tersebut. Ia menyebut pendalaman itu dilakukan melalui penelusuran salinan ijazah ke KPU dan ANRI, bahkan hingga berziarah ke makam ayahanda Jokowi.

Menurut Ubedilah, langkah-langkah tersebut menunjukkan adanya persoalan yang perlu dicermati lebih jauh. Ia menilai, jika penelusuran terhadap dokumen administrasi calon kepala daerah dilakukan sedemikian rupa, maka hal itu dapat mengindikasikan problem serius dalam administrasi dan tata kelola pencalonan di Indonesia.