Analis ekonomi politik Kusfiardi menilai pemerintah perlu menghadirkan solusi ekonomi yang konkret di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan meningkatnya kekhawatiran masyarakat mengenai arah kebijakan ekonomi nasional.
Pandangan tersebut disampaikan Kusfiardi saat menanggapi kondisi perekonomian terkini. Ia menyoroti adanya ketidaksesuaian antara ekspektasi yang dibangun pemerintah dan realitas yang dirasakan masyarakat.
“Jadi ada mismatch. Ekspektasi tidak ketemu dengan realitas. Kalau ini terus terjadi, ketidakpercayaan publik akan semakin menguat,” kata Kusfiardi di kanal Youtube Abraham Samad, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurutnya, menguatnya ketidakpercayaan publik dapat menjadi persoalan yang lebih berbahaya dibanding tekanan pada sejumlah indikator ekonomi. Ia menilai kepercayaan publik merupakan modal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi serta keyakinan pelaku pasar.
Karena itu, Kusfiardi meminta pemerintah lebih terbuka dalam menjelaskan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi persoalan ekonomi, termasuk pelemahan rupiah. Ia mengatakan, apabila strategi dan rencana penanganan sudah disiapkan, pemerintah perlu menyampaikannya secara jelas kepada publik, lengkap dengan target serta indikator keberhasilan.
“Kami ingin memberi masukan kepada pemerintah. Jangan sampai kondisi ini dibiarkan terus-menerus. Kalau pemerintah sudah punya rencana, tolong jelaskan dengan baik kepada masyarakat dan tunjukkan indikator keberhasilannya,” ujarnya.
Selain itu, Kusfiardi mengingatkan pentingnya transparansi data ekonomi. Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya membantah atau menyatakan data yang beredar keliru, melainkan juga perlu menghadirkan data pembanding yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan hanya mengatakan datanya salah atau keliru. Tunjukkan juga data yang benar. Data itu harus memiliki kredibilitas dan tidak boleh menimbulkan kesan manipulatif karena angka-angka bisa saja direkayasa,” tegasnya.
Ia menambahkan, publik membutuhkan ukuran yang jelas untuk menilai efektivitas kebijakan pemerintah. Menurut Kusfiardi, setiap langkah penanganan ekonomi perlu disertai indikator yang transparan dan mudah dipahami masyarakat.