Jakarta—Institusi Polri dinilai tetap mampu menjaga demokrasi di tengah dinamika dan tantangan yang berkembang belakangan ini. Penilaian tersebut dikaitkan dengan gaya kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dinilai menekankan pendekatan diplomasi institusi.
Salah satu langkah yang disorot adalah pertemuan Kapolri dengan jajaran pemimpin media massa dalam beberapa waktu terakhir. Analis politik senior sekaligus Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens, menilai langkah tersebut berperan penting dalam upaya memulihkan kepercayaan publik terhadap Polri.
“Apa yang dilakukan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo merupakan teladan yang unggul dalam membangun demokrasi yang sehat, termasuk memulihkan relasi antara aparat keamanan dan masyarakat. Transparansi, dialog, dan pendekatan komunikatif selalu merupakan mekanisme terbaik dalam menjamin public trust terhadap pemerintah dan negara,” kata Boni kepada awak media di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurut Boni, keterbukaan Polri untuk berdialog dengan pemimpin media massa mencerminkan komitmen terhadap akuntabilitas publik, yang ia sebut sebagai prasyarat penting bagi demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.
Ia juga menilai respons institusional yang komunikatif dan terbuka dapat menjadi cara efektif menghadapi derasnya arus propaganda yang membangun narasi pesimistis mengenai arah demokrasi Indonesia. “Di tengah derasnya arus propaganda yang membangun narasi pesimistis tentang arah demokrasi Indonesia, respons institusional yang komunikatif dan terbuka menjadi antidot yang paling efektif,” ujarnya.
Boni menambahkan, pendekatan komunikatif yang dijalankan Kapolri menempatkan dialog bukan sebagai alat pencitraan, melainkan mekanisme substantif untuk menjembatani kesenjangan persepsi antara aparat dan masyarakat sipil. Ia menekankan tantangan demokrasi kontemporer tidak hanya terkait kebijakan, tetapi juga bagaimana negara mengkomunikasikan kebijakan kepada warga.
“Ketika oposisi jalanan berhasil membangun ekosistem narasi negatif yang menyebar dengan cepat, pemerintah tidak dapat sekadar bereaksi defensif. Dibutuhkan inovasi dan terobosan alternatif. Persis inilah yang sedang didemonstrasikan oleh Kapolri Listyo Sigit melalui pendekatannya yang terbuka dan dialogis terhadap komunitas media,” kata Boni.
Dalam pandangannya, model kepemimpinan ideal tidak membangun kepercayaan publik melalui kekuatan represi, melainkan melalui konsistensi transparansi, keterbukaan, serta dialog yang tulus dengan seluruh komponen masyarakat.