Agrichain Diluncurkan di Ho Chi Minh City, Platform Blockchain untuk Ketertelusuran Produk Pertanian

Agrichain Diluncurkan di Ho Chi Minh City, Platform Blockchain untuk Ketertelusuran Produk Pertanian

Pusat Revolusi Industri Keempat di Kota Ho Chi Minh (HCMC C4IR) bersama Perusahaan Saham Gabungan Investasi dan Teknologi Exabyte meluncurkan Agrichain, platform solusi pelacakan produk pertanian berbasis blockchain. Peluncuran berlangsung pada pagi hari 21 Maret di Hotel Le Meridien, Distrik Saigon.

Agrichain diperkenalkan sebagai platform blockchain Layer 1 “buatan Vietnam”. Exabyte menyatakan platform ini diharapkan menjadi alat praktis untuk membantu menjawab kebutuhan nyata di sektor ketertelusuran produk pertanian.

Dalam sambutannya, Le Viet Binh, Wakil Kepala Kantor Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup yang bertanggung jawab atas wilayah Selatan, menilai riset dan pengembangan solusi blockchain untuk ketertelusuran produk pertanian oleh perusahaan swasta merupakan pendekatan yang tepat dan sejalan dengan tren perkembangan.

Menurut Binh, apabila diterapkan secara efektif, solusi tersebut berpotensi meningkatkan transparansi rantai pasok, mendukung ketertelusuran produk pertanian, serta memperkuat kepercayaan pasar. Ia menambahkan, aspek ini menjadi fokus sektor pertanian dan lingkungan dalam modernisasi produksi, seiring tuntutan standar internasional yang semakin tinggi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Exabyte Nguyen Hoang Nhat menjelaskan perbedaan utama Agrichain dibanding platform ketertelusuran lain di pasaran terletak pada pencatatan 100% data di blockchain (on-chain). Ia menyebut seluruh data proses pertanian diunggah ke blockchain Layer 1 yang dibangun Exabyte.

Dengan mekanisme tersebut, informasi produk pertanian dapat ditelusuri melalui kode QR, mencakup asal benih, prosedur perawatan, hingga tahapan panen, pengolahan, dan transportasi. Nhat menyatakan setelah data diunggah ke blockchain, informasi menjadi tidak dapat diubah dan tidak dapat dimodifikasi oleh pihak mana pun, sehingga dinilai lebih transparan dan dapat diandalkan.

Exabyte juga menyampaikan keyakinannya bahwa transparansi rantai nilai melalui teknologi dapat membantu pemangku kepentingan menstandarkan kepercayaan terhadap produk pertanian Vietnam di berbagai pasar, sekaligus mendukung pemenuhan standar impor ketat seperti Kesepakatan Hijau Uni Eropa maupun FSMA Amerika Serikat.

Terkait adopsi di lapangan, Nhat menyatakan hambatan terbesar petani saat ini bukan lagi teknologi. Ia menilai tingkat penerapan teknologi di kalangan petani Vietnam, termasuk di daerah terpencil, meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Dari sisi biaya, Exabyte menawarkan paket layanan khusus bagi petani dengan harga yang disebut “hampir gratis”, yang diklaim cukup untuk penggunaan selama satu tahun dengan biaya sangat kecil dibanding nilai produknya.

Exabyte juga menyebut pencatatan data sepenuhnya di blockchain dapat mempermudah akses data bagi kementerian dan lembaga pemerintah, perusahaan riset pasar, serta ilmuwan, karena memungkinkan mereka melakukan kueri langsung ke blockchain.

Ke depan, Exabyte menyatakan akan membangun mekanisme yang mewajibkan persetujuan petani sebelum data dapat dimanfaatkan. Pihak yang ingin menggunakan data tersebut disebut harus membayar biaya, yang kemudian akan dibagikan kepada petani sebagai upaya membantu memaksimalkan pendapatan mereka.