Sebanyak 18 mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Bandung (ITB) terpilih dalam Lomba Menulis Bahan Bacaan Literasi 2024 yang berada di bawah Gerakan Literasi Nasional (GLN). Kompetisi ini diselenggarakan Pusat Pengembangan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dengan tujuan menyediakan bahan literasi bagi pembaca awal, yaitu anak usia 5–15 tahun.
Pada tahun ini, lomba mengangkat lima tema, yakni pencegahan kekerasan pada anak, literasi finansial, literasi kewargaan, mitigasi bencana, serta sanitasi dan kesehatan. Peserta dari berbagai daerah di Indonesia bebas memilih tema, namun diwajibkan mengikuti proses penulisan yang telah ditetapkan oleh Pusat Pengembangan Bahasa dan Sastra. Karya yang terpilih kemudian melalui tahap penyempurnaan agar layak menjadi bahan bacaan untuk diterbitkan.
Dalam persiapan mengikuti lomba, para mahasiswa mendapat pendampingan dari Dr. Riama Maslan Sihombing, M.Sn., yang juga mengampu mata kuliah DK3208 KIBA. Ia mendorong mahasiswa menjadikan ajang ini sebagai bagian dari pengalaman belajar.
Salah satu mahasiswa terpilih, Anindita Putri, mengatakan keikutsertaan mereka didorong oleh dosen sebagai bagian dari mata kuliah Children’s Book Illustration and Design (KIBA). “Ini sebenarnya program dari Kemendikbud yang mengadakan lomba untuk penulis buku anak. Kebetulan, DKV punya mata kuliah KIBA. Jadi, kami yang mengambil mata kuliah ini didorong untuk ikut karena sejalan dengan pembelajaran. Selama prosesnya, kami mendapat banyak dukungan dari dosen, berupa saran dan arahan untuk menyempurnakan karya,” ujarnya.
Mahasiswa ITB memilih beragam tema. Anindita, misalnya, mengambil tema literasi kewargaan dengan sorotan pada peran ayah dalam keluarga. Sementara itu, Nazwa Nurapriliani memilih tema mitigasi bencana dengan fokus pada gempa bumi. “Saya memilih mitigasi bencana, khususnya gempa bumi. Buku saya membahas cara menghadapi gempa dengan cara yang bisa dipahami anak-anak, karena disampaikan dengan bahasa mereka,” kata Nazwa.
Nazwa menambahkan motivasinya berangkat dari minimnya buku anak yang membahas bencana alam. Ia ingin membantu anak memahami apa itu gempa, apa yang perlu dilakukan, dan apa yang sebaiknya dihindari.
Baik Anindita maupun Nazwa menyebut tantangan terbesar adalah membagi waktu di tengah tuntutan kuliah lain, ujian, dan kegiatan organisasi. Meski begitu, dukungan dosen dan teman-teman dinilai membantu menjaga motivasi hingga proyek selesai.
Menurut mereka, pengalaman mengikuti GLN juga membuka wawasan baru. Para mahasiswa berkesempatan bertemu penulis dan ilustrator dari berbagai daerah serta memahami lebih dalam dunia penulisan dan ilustrasi buku anak. “Saat kami diundang Kemendikbudristek ke pertemuan penulis terpilih, sebagian besar yang kami temui adalah penulis senior dengan banyak buku terbit. Kami belajar banyak tentang dunia kepenulisan, khususnya buku anak,” tutur Anindita.
Keduanya juga mendorong mahasiswa dan penulis muda untuk berkarya dengan rasa suka dan tanpa tekanan agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima pembaca. Mereka menilai tidak perlu menunggu karya sempurna untuk memulai, karena proses penyempurnaan dapat terjadi melalui upaya dan pengalaman mencoba.
Berikut 18 mahasiswa DKV ITB yang karyanya terpilih beserta judulnya: Anindita Putri (17421017) – “Siapa Ayah?”; Nazwa Nurapriliani (17421006) – “Bum Bum”; Nabila Putri Saraswati (17421069) – “Benang Rahasia Nara”; Saffanah Azka Adie (17421022) – “Di Mana Rumahku?”; Winda Kartika Laoli (17421026) – “Berkilauan!”; Sadira Nawwar (17421033) – “Ari Si Tangan Besar”; Kresna Maulana Baihaqi (17421075) – “Ayah dan Ibu Dinosaurus”; Patricia Febby Valerie (17421010) – “Bola dan Benang Kusut”; Rizkia Puji Pramayogi (17421044) – “Tas Ajaib Tari”; Rakhel Lentera Kalahari (17421001) – “Ayo Kita Jalani Hari Ini”; Fidelia Lovely Hosensyah (17421072) – “Roda Impian”; Qonita Mumtaz Gantari (17421032) – “Hal Kecil”; Maqrifal Fajar Arhef (17421097) – “Kare dan Pare-Makanan Sehat dari Kebun Sendiri”; Maefina Aisha Putri Tanjung (17421082) – “Lekukan yang Menguatkan”; Meydiandra Annisa Syafi (17421036) – “Awas, Nanti Kusut!”; Andrea Budyawan (17420073) – “Benang-Benang Koin”; Raddyn Afra Prameswari (17321035) – “Senang Bisa Membantu”; dan Mutia Tsabita (17421024) – “Benderang”.
Para mahasiswa berharap karya mereka dapat memberi dampak positif bagi pembaca, khususnya anak-anak, sekaligus menumbuhkan minat baca sejak dini. Capaian ini juga menjadi dorongan bagi mereka untuk terus berkarya dan berinovasi di bidang literasi serta ilustrasi pada masa mendatang.